Plasma konvalesen atau plasma yang diambil dari darah penyintas Covid-19 dinilai ampuh meningkatkan kesembuhan pasien Covid-19. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, efektivitas plasma ini bisa mencapai 100 persen.
Sebagai penyintas Covid-19, Airlangga turut mendonorkan plasmanya untuk pasien Covid-19. Dirinya membeberkan serangkaian syarat supaya para penyintas Covid-19 juga mengikuti langkahnya.
"Untuk masyarakat ada pendaftaran online, jadi ada gerakannya, misalnya di Jogja dan lainnya. PMI (Palang Merah Indonesia) juga bisa online," katanya dalam Bincang Editor Liputan6.com: Vaksin dan Donor Plasma Untuk Percepatan Penanganan Covid-19, Jumat (22/1).
Lanjutnya, penyintas yang sudah dinyatakan negatif Covid-19 dalam rentang waktu 2 pekan hingga 3 bulan dapat mendaftarkan dirinya untuk donor plasma konvalesen. Setelahnya, akan dilakukan serangkaian tes untuk memastikan kondisi tubuh penyintas layak donor atau tidak.
Jika sudah dinyatakan layak, maka penyintas bisa melakukan donor di hari yang ditentukan. Untuk pengambilan 400-500 cc darah, kata Airlangga, dirinya butuh waktu 45 hingga 50 menit.
"Sebagian besar pendonor adalah pria, bagi yang wanita itu yang belum pernah melahirkan," ujarnya.
Airlangga bilang, dari 10 orang calon pedonor, hanya 2 yang dinyatakan layak mendonorkan plasmanya. Padahal, permintaan di lapangan sangat tinggi.
"Dari 1 orang yang donor, yang antre 80 orang (pasien). Sangat kurang. Oleh karenanya, gerakan ini harus didorong, kalau dari penyintas ini 10 persen di atas 74 ribu donor itu sudah memenuhi target PMI," lanjutnya.
"Kapasitas PMI targetnya sebulan 5.000, sekarang baru 1.000, harus naik 500 persen. Setahun 60 ribu. Jadi pas harusnya, karena plasma ini sangat kunci bagi mereka yang perawatan," tuturnya.
Sumber: Liputan6.com