Dua jenazah korban jatuhnya Sriwijaya SJ-182, Khasanah dan Makrufatul Yeti Srianingsih, tiba di rumah duka Gang Lamtoro, Kelurahan Sungai Beliung, di kota Pontianak, Kalimantan Barat, pagi ini tadi. Keseluruhan, 11 orang warga kota Pontianak jadi korban pesawat nahas itu.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, turut hadir menyambut kedua jenazah. Seketika, tangis pun pecah bersama warga sekitar.
"Sebenarnya ada juga jenazah suami dari Makrufatul, yaitu Mulyadi tetapi jenazahnya langsung dibawa ke Kabupaten Sintang," kata Rusdi, Senin (18/1).
Edi juga menyerahkan tali asih beserta dokumen kependudukan, berupa akta kematian berikut kartu keluarga. Dalia berharap proses pemakaman berjalan lancar.
"Kita doakan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran dan kekuatan menghadapi cobaan ini," ujar Rusdi.
Sejauh ini, lanjutnya, warga Kota Pontianak yang menjadi korban Sriwijaya Air SJ-182, yang tercatat dalam data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pontianak berjumlah 11 orang. Sementara ini, sudah ada empat jenazah korban Sriwijaya Air SJ-182 rute penerbangan Jakarta - Pontianak, yang telah tiba di Pontianak.
"Hingga saat ini pihak keluarga maupun Pemerintah Kota Pontianak masih menunggu jenazah lainnya," katanya.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pontianak Erma Suryani mengatakan, pihaknya telah menerbitkan akta kematian bagi korban yang sudah teridentifikasi. Sejauh ini, telah ada enam dokumen akta kematian yang telah diterbitkan Disdukcapil Kota Pontianak.
"Kita sudah serahkan enam dokumen kependudukan, berupa akta kematian kepada keluarga korban," ungkap Erma.
Bagi korban yang belum teridentifikasi, saat ini pihaknya terus menunggu informasi dari pusat. Menurut Erma, memang data awal sudah masuk ke Kota Pontianak.
Namun demikian, setelah dilakukan pengecekan pada data kependudukan atas nama Mulyadi, masih tercatat sebagai warga Kabupaten Sintang. "Kemudian untuk Putri Wahyuni, istri Ihsan Adhlan Hakim masih terdata sebagai warga Pekanbaru," ungkapnya.