Keluarga Korban Sriwijaya: Pipit Pesan Ingin Dimakamkan Sebelah Anaknya

"Sesuai prosedur peti memang tidak boleh dibuka, namun perwakilan keluarga yakni istri dan saudara korban telah melihat jenazah secara langsung saat proses identifikasi," ucapnya.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Keluarga Korban Sriwijaya: Pipit Pesan Ingin Dimakamkan Sebelah Anaknya
keluarga pipit piyono. ©2021 Merdeka.com/antara

Keluarga, Pipit Piyono, korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ182 rupanya sempat berpesan sebelum pergi. Dia ingin dimakamkan di sebelah pusara sang anak, yang telah lebih dulu meninggal.

"Sebelum berangkat sempat berpesan, seandainya dirinya tiada agar dimakamkan bersebelahan dengan kuburan anaknya yang telah terlebih dahulu meninggal dunia," kata Paman Pipit, Sabar di Lampung Selatan, dikutip dari Antara, Sabtu (16/1).

Pipit adalah salah seorang korban Sriwijaya Air asal Kabupaten Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung. Jasadnya telah berhasil di identifikasi oleh Tim DVI Mabes Polri.

Sang paman, menjemput kedatangan jenazah di Bandara Radin Inten II Lampung.

Sabar mengatakan, meski masih berduka dirinya beserta keluarga merasa bersyukur jasad korban bisa ditemukan dan dikenali.

"Kami sangat bersyukur atas ditemukannya keluarga kami, dan rencananya akan kami bawa pulang untuk dimakamkan secara langsung," ucapnya.

Dia menjelaskan, berdasarkan rencana keluarga korban Pipit Piyono akan dimakamkan di Tiyuh (kampung) Toto Makmur di Kabupaten Tulang Bawang Barat.

"Rencananya akan dimakamkan di Tiyuh Toto Makmur di Kabupaten Tulang Bawang Barat tepatnya di kediaman korban," katanya lagi.

Menurutnya, berdasarkan prosedur keluarga telah menyetujui bahwa tidak ada prosesi pembukaan peti jenazah.

"Sesuai prosedur peti memang tidak boleh dibuka, namun perwakilan keluarga yakni istri dan saudara korban telah melihat jenazah secara langsung saat proses identifikasi," ucapnya.

Rekomendasi