Tiba di Balikpapan, 25.520 Vaksin Covid-19 Disimpan di Gudang Dinkes Kaltim

Pemprov Kalimantan Timur hari ini menerima kedatangan 25.520 vaksin Covid-19. Tahap awal, usai mendapatkan izin edar Badan POM, akan diberikan kepada 12.760 tenaga kesehatan di 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Tiba di Balikpapan, 25.520 Vaksin Covid-19 Disimpan di Gudang Dinkes Kaltim
Vaksin Covid-19 Tahap Dua Tiba di indonesia. ©2020 Liputan6.com/Angga Yuniar

Pemprov Kalimantan Timur hari ini menerima kedatangan 25.520 vaksin Covid-19. Tahap awal, usai mendapatkan izin edar Badan POM, akan diberikan kepada 12.760 tenaga kesehatan di 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.

Vaksin itu tiba di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan, pagi tadi. Dikawal Brimob Polda Kalimantan Timur, kendaraan yang mengangkut vaksin tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kalimantan Timur di Samarinda, tengah hari tadi.

"Benar. Sudah disimpan di gudang Dinkes," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kalimantan Timur Setyo Basuki, dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (5/1).

Diterangkan Basuki, ada 25.520 vaksin yang diterima hari ini. Rencananya, tahap awal akan diberikan kepada 12.760 tenaga kesehatan. Sebab, setiap tenaga kesehatan mendapatkan 2 dosis vaksin.

Menurut Basuki, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan gudang penyimpanan vaksin Covid-19. "Di gudang aman. Memang gudang itu yang digunakan untuk menyimpan vaksin," ujar Basuki.

"Sebelum ada Covid-19, kita punya vaksin lain dan disimpan di gudang, untuk kemudian didistribusikan ke 10 kabupaten dan kota ya. Kalau untuk vaksin Covid-19 ini, kita menunggu izin edar Badan POM," tambah Basuki.

Disampaikan Basuki, sejauh ini, Pemprov Kalimantan Timur menunggu pengiriman vaksin susulan. "Kita belum ada tahu berapa jumlah vaksin berikutnya. Kalau secara keseluruhan, untuk sasaran kita 2,5 juta vaksin," ungkap Basuki.

Masih dijelaskan Basuki, ada sekitar 30 ribu tenaga kesehatan di Kalimantan Timur. "Seperti dokter dan perawat, semua yang kerja di fasilitas kesehatan. Karena vaksin ini belum cukup, untuk nakes lebih dulu karena bersentuhan langsung dengan pasien," demikian Basuki.

Rekomendasi