Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar, Iman Hud bersama keluarganya positif Covid-19. Bahkan Iman menuturkan, sang istri dinyatakan positif corona pada 5 Desember lalu.
"Jadi di rumah itu ada lima orang yakni saya, istri, mertua dan anak-anak positif Covid-19. Ada yang sejak awal Desember dan pertengahan Desember. Istri saya mulai kena 5 Desember, disusul anggota keluarga lain," kata Iman Hud yang dikonfirmasi, Selasa (29/12).
Iman menduga, istrinya terpapar Covid-19 berasal dari rekan sekantornya yang positif Covid-19 setelah kembali dari Bali dalam kegiatan study banding.
Lalu dia baru ketahuan juga positif Covid-19 setelah pemeriksaan swab massal di kantornya, 14 Desember lalu. Di instansi yang dipimpinnya, sebanyak 30 anggota Satpol PP terpapar.
"Saat pemeriksaan swab massa, saya dan 30 anggota diketahui juga positif Covid-19. Saya dan keluarga serta 30 anggota Satpol PP isolasi mandiri di rumah masing-masing karena tidak bergejala. Awal-awalnya saja saya menggigil, padahal suhu tubuh normal atau tidak demam. Juga merasa tidak enak badan," kata Iman.
Dilanjutkan, puluhan anggotanya yang juga terpapar itu diduga terjangkit saat sibuk mengamankan Pilkada dan pengawasan protokol kesehatan.
"Saat itu kami mobile terus termasuk sibuk menurunkan alat-alat peraga kampanye," imbuhnya seraya mengingatkan warga agar tidak abai menjaga diri sendiri keluarga dan sekitar.
Selain itu, sebanyak lima anggota DPRD Makassar juga positif corona. "Ada 10 orang yang positif. Masing-masing lima legislator dan lima orang staf," kata Kasubag Humas DPRD Makassar, Taufiq Nasir saat dikonfirmasi.
Dijelaskan, pemeriksaan swab massal di DPRD Makassar berlangsung selama 2 hari yakni Sabtu dan Minggu, (20/12). Hasil pemeriksaan keluar, Rabu (23/12).
"Hasilnya itu, ada 10 orang yang positif. Rata-rata isolasi mandiri saja di rumahnya. Satu saja yang ikuti program wisata Covid, jadi dikarantina di Hotel Swiss Bell dengan pertimbangan ada Lansia di rumahnya, rawan jika turut terpapar," terang Taufiq Nasir.