Sasaran Mensos Risma, Tekan Biaya Operasional & Alihkan buat Topang Hidup Tunawisma

Risma yang masih berstatus Wali Kota Surabaya itu juga menginginkan agar penertiban terhadap para tunawisma bisa dilakukan dengan cara persuasif. Tanpa adanya kekerasan, kata Risma, ketertiban bisa hadir dengan adanya pengawasan dan pelatihan.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Sasaran Mensos Risma, Tekan Biaya Operasional & Alihkan buat Topang Hidup Tunawisma
Sertijab Menteri Sosial Tri Rismaharini. ©2020 Liputan6.com/Faizal Fanani

Menteri Sosial Tri Rismaharini menyampaikan agar biaya operasional di Kementerian Sosial dapat efisien. Nantinya, budget lebih dari operasional bisa dimanfaatkan menopang hidup layak bagi para tunawisma.

Ide itu ia sampaikan setelah datang ke Jakarta dan beberapa kali melihat para tunawisma di pinggir jalan. Saat mengecek langsung, Risma merasa sedih lantaran selain tidak memiliki rumah, tunawisma tersebut tidak mampu membeli makan.

"Kalau kita bisa efisien di operasional kita, maka kita bisa bantu sisanya ke orang-orang tadi yang membutuhkan, kita harus pikirkan orang-orang ini dia enggak punya rumah enggak bisa makan," kata Risma saat acara serah terima jabatan di Kementerian Sosial, Rabu (23/12).

Risma yang masih berstatus Wali Kota Surabaya itu juga menginginkan agar penertiban terhadap para tunawisma bisa dilakukan dengan cara persuasif. Tanpa adanya kekerasan, kata Risma, ketertiban bisa hadir dengan adanya pengawasan dan pelatihan.

Cara persuasif, menurut Risma berhasil di Surabaya. Bahkan, ia mengklaim warga kecil Surabaya menangis saat tahu sang Wali Kota akan bekerja di Jakarta sebagai Menteri Sosial.

"Orang-orang nangis semua, nangis saya ke Jakarta. Kita gunakan di kantor ini bisa efisien, di sini maka itu bisa kita bantu kan untuk orang lain," ujarnya.

"Nanti tolong bagaimana bisa evaluasi atau dengan efisien, tadi saya sampaikan enggak usah khawatir tuhan tidak akan tutup mata."

Dalam kesempatan itu, Risma juga mengaku masih akan pulang pergi Jakarta-Surabaya. Hal ini lantaran ia masih menjabat aktif sebagai Wali Kota Surabaya.

Keinginannya untuk bekerja antar jarak Jakarta-Surabaya telah disampaikan ke Presiden Joko Widodo.

"Mungkin karena saya merangkap Wali Kota mungkin saya untuk sementara waktu, kemarin saya sudah izin ke Pak Presiden bagaimana? 'ndak apa apa, sudah Bu Risma pulang pergi (Jakarta-Surabaya)," ujar Risma sambil menirukan respon Presiden Joko Widodo.

Alasan Risma ingin menghabiskan masa jabatannya sebagai Wali Kota Surabaya lantaran ingin meresmikan jembatan dengan hiasan air mancur, sekaligus meresmikan museum olah raga. Di museum itu, terdapat sejumlah peninggalan atlet terbaik Surabaya.

"Saya pengen ke Surabaya itu cuma pengen ngeresmiin jembatannya Bu Erna era itu saya buat jembatan ada air mancurnya dan meresmikan museum olahraga karena ada jersey Rudy Hartono, raket Alan Budikusuma," tuturnya.

Sementara itu, masa jabatan Risma sebagai Wali Kota Surabaya baru akan berakhir Februari 2021.

Risma ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Sosial untuk menggantikan Juliari Peter Batubara, yang saat ini terjerat kasus korupsi pengadaan Bansos wilayah Jabodetabek.

Rekomendasi