Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menegaskan, kesiapan pelayanan rumah sakit dan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) menjadi faktor kunci kelancaran vaksinasi Covid-19.
Menkes menekankan, setiap nakes dianggap sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan tugas vaksinasi ini. Untuk itu, Terawan selalu menekankan pada setiap nakes untuk latihan dan latihan.
Simulasi vaksinasi, tegas dia, harus terus-menerus dilakukan hingga para nakes paham betul teknisnya. Begitu pun kesiapan rumah sakit dengan fasilitas kesehatannya.
Saat ini, vaksin Covid-19 tinggal menunggu izin atau Emergency Use Authorization (EUA) dari lembaga terkait.
Menjelang waktunya tiba, Terawan menekankan perlunya simulasi vaksinasi yang dilakukan secara masif.
"Karena bila waktu (vaksinasi) itu telah tiba, kita tidak ragu-ragu, karena kita sudah berlatih terus sehingga pelaksanaannya akan berjalan lancar. Tidak ada penumpukan, tidak ada yang merasa diabaikan. Jadi, semua terlayani dengan baik, karena itu latihan-latihan harus terus dilaksanakan," kata Terawan usai meninjau simulai vaksinasi di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Rabu (16/12).
Urgensi simulasi vaksinasi dilakukan secara masif, kata Terawan, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).
"Sehingga kita harapkan kejadian KIPI pasca vaksinasi, bisa kita tekan atau bahkan bisa kita hindari," pungkas Terawan.
Vaksin Covid-19 Sinovac gelombang pertama sudah tiba di Indonesia pada 6 Desember 2020. Jumlahnya sebanyak 1,2 juta dosis. Penggunaan vaksin sendiri bakal pertama kali diperuntukan bagi nakes.
Di tempat sama, Direktur Di RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahril mengatakan, nakes di rumah sakitnya yang sesuai kriteria untuk vaksinasi berjumlah sekitar 370-an.
Kriteria sesuai hasil skrining, yang berdasarkan kondisi kesehatan. Misal apakah yang bersangkutan tengah mengandung, mempunyai penyakit penyerta (komorbid) hingga pernah menderita koronavirus.
Pelaksanaan vaksinasi tinggal menunggu waktu. Syahril menyebut, nakes dan fasilitas kesehatannya sudah siap.
"Kami laporkan sudah membentuk panitia untuk persiapan vaksinasi. Jadi, kami sudah siap insyaAllah nakes kami yang memenuhi persyaratan siap untuk dilakukan vaksinasi," ucapnya.
Perlu diketahui, proses vaksinasi para nakes nantinya melewati berbagai proses. Dimulai dari proses pendaftaran, di mana nantinya nakes mesti menunjukkan barcode dari hasil registrasi melalui aplikasi garapan pemerintah, Peduli Lindungi.
Setelah data terverifikasi, proses vaksinasi nakes berlanjut ke tahap skrining dan pemeriksaan dokter. Tahap ini nakes bakal diperiksa tekanan darah (tensi), suhu, gula darah. Lolos dari tahap ini, barulah vaksinasi dilakukan.
Sesaat setelah vaksinasi, nakes bakal menjalani tahapan observasi dan edukasi. Tahap ini untuk memastikan apakah setelah 30 menit ada efek samping atau reaksi dari suntikan vaksin.
Sumber: Liputan6.com