6 Jenazah Simpatisan Rizieq yang Tewas Ditembak Dibawa ke RS Polri

Hal tersebut dibenarkan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono. Hanya saja, belum ada informasi lebih yang bisa diberikan terkait autopsi jenazah.

Rita
Oleh Rita - Reporter
6 Jenazah Simpatisan Rizieq yang Tewas Ditembak Dibawa ke RS Polri
Ilustrasi mayat. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/forestpath

TNI Polri melakukan penjagaan di Rumah Sakit Bhayangkara Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Pengamanan tersebut dilakukan terkait keberadaan jenazah enam anggota laskar simpatisan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang ditempatkan di sana.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono. Hanya saja, belum ada informasi lebih yang bisa diberikan terkait autopsi jenazah.

"Iya benar," kata Argo lewat pesan singkat kepada Liputan6.com, Senin (7/12).

Sebelumnya Argo menegaskan, Mabes Polri akan membantu penuh Polda Metro Jaya yang anggotanya mengalami penyerangan oleh laskar Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Tol Jakarta-Cikampek.

"Kabareskrim menyampaikan bahwa Bareskrim akan mem-back up Polda Metro Jaya, mencari 4 pelaku lainnya yang melarikan diri sampai ketemu," tutur Argo.

Menurut Argo, peristiwa itu terjadi saat mobil anggota Polda Metro Jaya yang mengikuti kendaraan Rizieq Shihab, mendadak dipepet dan diberhentikan dua kendaraan pengawal Rizieq. Kemudian mereka menodongkan senjata api, katana, dan celurit ke arah anggota polisi.

Bentrokan pun terjadi dan enam anggota laskar pun meninggal dunia. Sementara empat lainnya melarikan diri.

"Anggota yang menjadi korban akan membuat laporan polisi," ujar Argo.

Sebaliknya, Kuasa Hukum Rizieq Shihab, Aziz Yanuar menegaskan bahwa pihaknya lah yang mengalami penyerangan oleh orang tidak dikenal (OTK).

"Bahwa benar ada peristiwa pengadangan, penembakan terhadap rombongan IB HRS dan keluarga serta penculikan terhadap enam orang laskar pengawal IB," tutur Aziz dalam keterangannya, Senin (7/12).

Menurut Aziz, Rizieq Shihab bersama keluarga dan cucunya yang masih balita memang sedang dalam perjalanan menuju tempat acara pengajian subuh keluarga, sambil memulihkan kondisi kesehatannya.

"Dalam perjalanan menuju lokasi pengajian subuh keluarga tersebut, rombongan diadang oleh preman OTK yang kami duga kuat bagian dari operasi penguntitan dan untuk mencelakakan IB," jelas dia.

Halaman
Rekomendasi