Seorang prajurit dari Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) Lantamal II Padang Sersan Kepala (Serka) Silvi Effendi, terpilih sebagai salah satu yang masuk dalam pasukan misi perdamaian PBB tahun 2020.
Pasukan perdamaian ini nantinya akan bertugas pada negara yang sedang maupun usai konflik, salah satunya adalah Lebanon.
Kepada merdeka.com, Serka Silvi menceritakan bahwa dia dinyatakan lulus dalam seleksi pasukan misi perdamaian PBB pada Oktober 2020 lalu.
Sebelum lulus, Serka Silvi mendapatkan rekomendasi dan pengajuan dari Lantamal II Padang, guna menjadi pasukan perdamaian PBB yang bertugas ke Lebanon.
"Jadi dari Lantamal II Padang itu hanya saya seorang yang mewakili Lantamal II Padang untuk melakukan tes seleksi untuk menjadi pasukan misi perdamaian PBB ke Lebanon," ungka ibu dari dua anak tersebut di Padang, Kamis (3/12).
Silvi menyebut, ada sekitar 20 Kowal mengikuti tes seleksi yang dimulai pada Agustus 2020 lalu dan dipusatkan di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI di Bogor.
Dikatakan wanita asal Situjuah Banda Dalam, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota itu, dia mengikuti sejumlah rangkai tes seperti psikologi, jasmani, kesehatan dan Bahasa inggris hingga ia dinyatakan lulus.
"Dari sekitar 20 Kowal yang ikut seleksi, terdapat sebanyak 13 orang Kowal yang lulus menjadi pasukan misi perdamaian PBB ke Lebanon termasuk saya sendiri," katanya.
Dia mengatakan dalam misi perdamaian itu, dia tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Mekani (Yonmek) TNI Kontingen Garuda (Konga) XIII/O United Nations Interim Foreces in Lebanon atau UNIFIL.
"Kalau dari Provinsi Sumbar, saya sendiri yang akan berangkat ke Lebanon menjadi Pasukan Perdamaian PBB. Tapi, kalau jumlah total pasukan yang akan berangkat itu sebanyak 850 orang di mana 50 orangnya adalah prajurit wanita," kata Silvi.
Silvi bakal menuju Bogor pada Senin (7/12) mendatang, sebelum bertolak ke Lebanon untuk melakukan karantina persiapan.
"Insya Allah saya akan bertugas menjadi pasukan perdamaian PBB di Lebanon selama 1 tahun. Mudah-mudahan semuanya berjalan dengan aman dan lancar," jelas Silvi.
Dalam menjalankan misi perdamaian tersebut, Silvi pun harus rela meninggalkan keluarganya, suami dan dua orang anak yang masing-masing berusia 5 tahun dan 3 tahun.
Silvi mengungkapkan, jika berangkat dan bertugas nantinya di Lebanon, Silvi menitipkan anaknya kepada orang tua, karena sang suami juga seorang prajurit TNI AD, Serka Ade Suryadi.
"Jadi suami saya juga bertugas sebagai TNI AD di Makorem 032/Wirabraja sehingga anak-anak dititipkan kepada orang tua," kata Silvi.
Dia mengaku, anak pertama yang berusia 5 tahun tersebut sudah mengerti bahwasanya orang tua mereka merupakan prajurit TNI yang siap menjalankan tugas dan perintah demi bangsa dan negara.
"Meskipun masih kecil tapi alhamdulilah anak-anak bisa memahami pekerjaan kedua orang tua mereka. Yang jelas ini demi negara Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, Kadispen Lantamal II Padang Mayor Laut Syahrul, Serka Silvi menjadi prajurit Kowal pertama dari Lantamal II Padang yang berhasil lulus dan menjadi pasukan perdamaian tersebut.
"Sebelumnya memang ada beberapa prajurit Lantamal II Padang yang juga menjadi pasukan perdamaian, namun untuk Kowal, ini pertama kali di Lantamal II Padang," kata Mayor Syahrul.
Dia berharap Serka Silvi Effendi dapat menjalankan tugas negara sebagai pasukan perdamaian PBB dengan aman.