Karo Penmas Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono mengatakan pihak kepolisian dari Polda Sulawesi Tengah dan Polres Sigi telah mendistribusikan bahan kebutuhan pokok ke pengungsi di Dusun Lewonu, Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Mereka merupakan warga yang menyaksikan langsung pembantaian satu keluarga di dusun tersebut yang diduga dilakukan oleh kelompok teroris Ali Kalora Cs dari Mujahiddin Indonesia Timur (MIT).
"Kemudian polda Sulteng dan Polres Sigi pada saat ini, dipimpin oleh Karo SDM Sulteng telah melaksanakan pendistribusian sembako. Baik itu sembako yang diterima dari masyarakat maupun dari Polda Sulteng sendiri," katanya dalam konferensi pers pada Senin (30/11).
Awi menyebut, total pengungsi di sanan ada 44 KK yang dalam keadaan trauma. Di sana jajaran dari Polda Sulteng serta Polres Sigi juga melaksanakan penyembuhan trauma atau trauma healing kepada para pengungsi.
"Dibagikan kepada pengungsi dan saat ini dipimpin langsung oleh Karo SDM melaksanakan trauma healing para korban dan para pengungsi kita tahu sendiri bahwasanya para korban menyaksikan langsung kekejian para pelaku teror tersebut," sebutnya.
Seluruh pengungsi saat ini menempati Balai Desa Lembantongoa. "Kemudian update pengungsi sebanyak 49 KK dan saat ini masih berada di Balai Desa Lembantongoa di Sigi," pungkas Awi.
Advertisement
Satu keluarga yang terdiri dari empat orang diduga diserang oleh sekelompok orang tidak dikenal di Desa Lembontongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Pihak kepolisian menduga mereka merupakan anggota jaringan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT).
"Diduga kelompok mereka," tutur Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Sabtu (28/11/2020).
Berdasarkan informasi awal, peristiwa itu terjadi pada Jumat, 27 November 2020. Dalam kejadian itu, terjadi tindak penganiayaan hingga pembunuhan.
Identitas keluarga tersebut adalah ayah dan ibu yakni Yasa dan Nei, kemudian anak atas nama Ulin dan suaminya, Pino. Kediamannya berada di Dusun ST 2 Lewono.
Advertisement
Polisi menduga Kelompok teroris Ali Ahmad alias Ali Kalora lari ke Pegunungan Sigi, Sulawesi Tengah usai diduga melakukan pembunuhan terhadap satu keluarga di Dusun Lewonu, Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
"Pergerakan mereka mulai dari pegunungan Sigi, Parimo atau Parigi Montong sampai dengan Poso. Mereka bergerak di antara tiga kabupaten tersebut di daerah hutan," Awi Setiyono.
Awi menyebut tim yang terdiri dari Satgas Tinombala, Densus 88, Brimob Polda Sulteng dan dibantu TNI saat ini tengah mengejar kelompok Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) tersebut.
"Bahwasanya Satgas Tinombala kemudian Densus 88, Brimob Polda Sulteng dibantu oleh TNI saat ini telah melakukan pengejaran terhadap DPO MIT di sekitar daerah Pegunungan Lembantongoa, Kabupaten Sigi" ujarnya.
Awi berharap supaya timnya itu dapat menangkap kelompok pimpinan Ali Kalora tersebut.
"Dan kita berharap juga tim yang di sana kita sama-sama doakan bisa menangkap Ali Kalora Cs untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," harap dia.
Reporter: Yopi Makdori