Pemerintah Kabupaten Bogor memasang wifi yang tersebar di 240 titik pada 40 kecamatan, untuk memudahkan proses belajar mengajar dalam jaringan (daring) selama Pandemi Covid-19.
Bupati Bogor, Ade Yasin menjelaskan, meski Kabupaten Bogor berstatus zona oranye, pemerintah daerah masih menghentikan proses belajar mengajar secara tatap muka.
"Untuk memudahkan dan meminimalisir pengeluaran biaya orang tua peserta didik, maka Pemkab Bogor menyiapkan 240 titik wifi publik," kata Ade Yasin, Jumat (13/11)
Untuk membangun jaringan internet itu, Pemkab Bogor menggelontorkan anggaran hingga Rp5 miliar bersumber dari APBD 2020. Dia menargetkan pemasangan sambungan internet itu rampung pada Desember 2020 atau paling lambat Januari 2021.
Sambil menunggu, Ade meminta tenaga pendidik berinovasi dalam menerapkan metode pembelajaran di masa pandemi. "Kalaupun masih ada yang tidak terjangkau internet, guru mesti melakukan sejumlah inovasi, baik membuat kelompok belajar dengan bergilir atau cara lainnya," katanya.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, Entis Sutisna mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan semua keperluan termasuk sistem yang akan digunakan jika Kabupaten Bogor berubah menjadi zona hijau atau kuning.
"Untuk mengantisipasi sewaktu-waktu Kabupaten Bogor berubah status menjadi zona kuning atau zona hijau. Seperti mengintruksikan semua sekolah untuk menyiapkan sarana dan prasarana protokol kesehatan, seperti tempat cuci tangan dan lainnya," tuturnya.
Sambil menunggu keputusan dari pemerintah pusat, kata dia, pihaknya telah memberlakukan beberapa kebijakan. Di antaranya melalui program luar jaringan atau luring.