Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo (Rudy), mengusulkan agar dibuat pengolahan limbah di anak Sungai Bengawan Solo. Tujuannya, mengatasi pencemaran sungai yang terus terjadi, terutama saat musim kemarau.
Pihaknya telah mengusulkan hal tersebut kepada Pemprov Jawa Tengah. "Kemarin saya sudah mengusulkan ke Pak Gubernur juga. Bahwa untuk mengatasi limbah yang berada di Bengawan Solo, itu buat saja pengolahan limbah di hilir. Hilir sungai Bengawan Solo," ujar Rudy, Rabu (4/11).
Selain murah, lanjut Rudy, tidak diperlukan lahan yang besar untuk pembebasan lahan.
"Kalau saya boleh ngomong, buat klorinstor di situ saja, nanti keluar ke sungai Bengawan Solo sudah bersih. Endapan sedimentasi sudah tertampung dan tiap tahun tinggal disedot sudah selesai," jelasnya.
Rudy menegaskan, jika masyarakat diharuskan membuat pipa atau pengolahan limbah sendiri, menurutnya, tidak akan mampu. Seperti di Kampung Batik Laweyan, misalnya, selain sulit diwujudkan, juga ada kendala keterbatasan lahan.
"Sehingga lebih baik dikelola di olah di hilirnya, itu dibuat beberapa sekat, Itu kan tidak perlu membebaskan tanah masyarakat," katanya.
"Sungainya itu dikantongi sendiri, sehingga air yang keluar dari Bengawan Solo itu nanti lewat overflow-nya sungai itu sendiri. Sehingga sedimentasinya nanti masuk ke bak pertama, keluar melalui selanjutnya," sambungnya menerangkan.
Lebih lanjut, Rudi, menyampaikan pihaknya saat ini sedang merencanakan untuk memanfaatkan lahan yang cukup luas di dekat pintu air Putat Bengawan Solo. Lokasi tersebut bisa saja dimanfaatkan untuk embung guna menampung air hujan yang mengalir dari kota Solo. Air tersebut kemudian diolah dan dimanfaatkan sebagai air minum.
"Pengendalian banjir juga bisa kita lakukan, akhirnya nanti bisa kita olah menjadi air baku. Karena di situ lahannya cukup lumayan luas dan air dari kota itu bisa ditampung dalam satu tempat," jelasnya.
Jika rencana tersebut bisa diwujudkan, air baku yang dihasilkan bisa lebih bagus dan tidak tercemar oleh limbah pabrik, jika dibandingkan dengan air baku yang di olah melalui Bengawan Solo. Terutama saat musim kemarau, di mana bahan baku air yang tersedia sangat minim dan cenderung tercemar limbah.