Tiga sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Solo akan memulai pembelajaran tatap muka (PTM) pada Rabu (4/11). Ketiga sekolah tersebut adalah SMP Negeri 4 Solo, SMP Al Azhar Syifa Budi Solo dan MTs Negeri 1 Solo. Ketiga sekolah ditunjuk sebagai percontohan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi.
Sebelumnya mereka telah melakukan simulasi pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan Covid-19. Ratusan siswa dan guru juga telah melakukan rapid test untuk mengantisipasi penularan virus yang mendunia tersebut.
Sebelum kegiatan tersebut dimulai, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo berjanji untuk melakukan pengawasan secara ketat. Pihaknya menerapkan protokol kesehatan (prokes) di tiga sekolah selama kegiatan belajar dan mengajar (KBM)
"Pengawasan ini kita lakukan agar selama proses KBM berlangsung tidak ada siswa dan guru yang terpapar Covid-19. Jangan sampai muncul klaster sekolah," ujar Rudy, Selasa (3/11).
Rudy menambahkan, pelaksanaan KBM hanya akan berlangsung selama 2 jam. Dengan jumlah siswa hanya 50 persen. Dalam kegiatan tersebut seluruh siswa dan guru telah menjalani rapid test dengan hasil nonreaktif.
"Nanti selama proses KBM berlangsung kita ambil videonya. Kemudian kita putar di televisi milik Pemkot Solo. Ini untuk membantu anak-anak yang belajar dari rumah," jelas Rudy.
Lebih lanjut Rudy berpesan kepada orang tua siswa agar mengantar dan menjemput anaknya ketika berangkat maupun pulang dari sekolah. Selain itu, mereka juga tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan umum.
"Jadi siswa nanti harus antar jemput. Kalau ini nanti tidak ada yang terpapar, sistem itu mau kita berlakukan selama masa maupun pasca-pandemi Covid-19," pungkas Rudy.
Rudy menambahkan, KBM tatap muka jenjang SMP di Solo dilakukan untuk siswa kelas IX. Setelah dilakukan evaluasi dan berhasil, baru akan dilanjutkan untuk kelas di bawahnya, hingga tingkat sekolah dan PAUD. Sehingga diharapkan pada 2021 bisa dilakukan bersamaan, namun tetap dengan peserta 50 persen.