Ada Demo Tolak UU Omnibus Law, Lalu Lintas di Kawasan Medan Merdeka Masih Lancar

Dengan adanya aksi tersebut, aparat kepolisian sudah mulai melakukan penjagaan dengan memasang sejumlah kawat berduri serta menyiapkan mobil water canon.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Ada Demo Tolak UU Omnibus Law, Lalu Lintas di Kawasan Medan Merdeka Masih Lancar
Aksi Ratusan Buruh Jakarta Tolak UU Omnibus Law. ©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Sejumlah buruh dan mahasiswa sudah mulai berdatangan ke kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat. Kedatangan mereka itu untuk melakukan aksi unjuk rasa terkait penolakan Undang-Undang Omnibus Law.

Dengan adanya aksi tersebut, aparat kepolisian sudah mulai melakukan penjagaan dengan memasang sejumlah kawat berduri serta menyiapkan mobil water canon.

Pantauan merdeka.com, para buruh dan mahasiswa sudah mulai berkumpul di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Namun, untuk situasi arus lalu lintas di sekitar kawasan tersebut masih terlihat normal dan berjalan lancar.

Selain itu, untuk di kawasan gedung DPR/MPR RI sendiri masih terlihat belum adanya massa aksi unjuk rasa yang datang. Sehingga, polisi belum melakukan pengalihan arus lalu lintas di lokasi tersebut.

Sebelumnya, sejumlah buruh dan mahasiswa akan melakukan aksi unjuk rasa di tiga lokasi yang berada di Jakarta terkait Undang-Undang Omnibus Law. Tiga lokasi tersebut seperti di kawasan Istana Negara, gedung DPR/MPR RI serta Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, pihaknya telah menerjunkan puluhan ribu personel gabungan bersama dengan TNI dan Pemerintah Provinsi (Pemprov).

"Kekuatan pengamanan yang kita siapkan ada sekitar 12.369 personel gabungan untuk mengamankan 3 lokasi tersebut dan juga ada beberapa titik-titik yang terjadi pengalihan arus dan mengamankan beberapa sentra perekonomian dan sentra dari mall dan pasar untuk pengamanan," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Rabu (28/10).

Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan cadangan personel gabungan yang sudah ditempatkan atau berada di kawasan Monumen Nasional (Monas) dan DPR RI.

"Ini sudah disiapkan 12.369 personel, kemudian kita ada cadangan personel sekitar 8.000 personel gabungan, yang kami tempatkan di Monas dan DPR RI. Sambil melihat situasi kekuatan yang akan turun untuk melakukan kegiatan demo atau penyampaian pendapat di muka umum," ujarnya.

Rekomendasi