Ibu-Ibu Menggunting Bendera Merah Putih di Sumedang Ditetapkan Sebagai Tersangka

Para tersangka dijerat pasal yang sama yakni Pasal 66 Jo Pasal 24 huruf A Undang-Undang nomor 24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa dan lambang negara serta lagu kebangsaan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ibu-Ibu Menggunting Bendera Merah Putih di Sumedang Ditetapkan Sebagai Tersangka
Wanita Gunting Bendera Merah Putih. Instagram/@infokomando ©2020 Merdeka.com

Tiga perempuan diduga terlibat dalam pengguntingan bendera di Kabupaten Sumedang ditetapkan sebagai tersangka. Kasat Reskrim Polres Sumedang AKP Yanto Slamet menyatakan bahwa kasus yang videonya viral di media sosial tersebut sudah digelar perkara.

"Sudah digelar dan (tiga perempuan) ditetapkan tersangka," ucap dia saat dikonfirmasi, Kamis (17/9).

Para tersangka dijerat pasal yang sama yakni Pasal 66 Jo Pasal 24 huruf A Undang-Undang nomor 24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa dan lambang negara serta lagu kebangsaan.

"Pasal pokoknya sama, (tapi) ada yang 55 dan 56," ucap dia.

Diketahui, kasus ini melibatkan tiga orang perempuan. Mereka berinisial P yang diduga menggunting bendera, kemudian A dan DY.

Sebelumnya, Kabidhumas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Erdi A Chaniago mengungkapkan, perempuan tersebut ini tidak memiliki motif kebencian terhadap NKRI.

"Tindakan ini karena kejengkelan kepada anaknya yang mempunyai gangguan mental yang kemanapun selalu membawa bendera merah putih itu," kata Erdi, Rabu (16/9).

"Yang menjadi permasalahan adalah ternyata ada yang memvideokan dan memviralkan, nah ini yang menjadi masalah," imbuh dia.

Kasus ini bermula saat rekaman video di media sosial ada wanita menggunting bendera merah putih menjadi beberapa bagian. Terlihat tangan seorang lain yang membantu memegang bendera merah-putih. Namun, wajah yang tak tersorot kamera.

Wanita itu terus merusak bendera sambil berkata-kata 'tidak musim lagi, wuuu, ntar tahun depan beli lagi,' kata wanita itu. Sementara, juga terdengar suara wanita lain sedang tertawa cekikikan.

Wanita itu kemudian menghamburkan bendera yang telah dipotong menjadi beberapa bagian sambil bertepuk tangan.

Rekomendasi