Buntut Penusukan Syekh Ali Jaber, Menag Imbau Panitia Pengajian Jaga Keamanan Ulama

Menurut Fachrul, dalam rangka menjaga keamanan tersebut, panitia bisa proaktif berkoordinasi dengan pihak keamanan saat akan menggelar pengajian. Apalagi, jika acara yang akan digelar adalah pengajian akbar yang mendatangkan banyak massa.

Muhammad Genantan Saputra
Buntut Penusukan Syekh Ali Jaber, Menag Imbau Panitia Pengajian Jaga Keamanan Ulama
Menag Fachrul Razi. ©2020 Liputan6.com/Yopi

Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi mengimbau masyarakat yang menggelar pengajian tidak hanya fokus pada terselenggaranya acara. Tetapi, juga ikut menjaga keamanan pendakwah, ustadz, dan ulama yang diundang.

Imbauan ini disampaikan Fachrul menyusul pendakwah Syekh Ali Jaber ditusuk seorang terduga gila akhir pekan lalu. Penusukan itu terjadi saat Syekh Ali Jaber mengisi ceramah di kawasan Lampung.

"Saya imbau, semua pihak untuk ikut menjaga kelancaran acara, termasuk keamanan pendakwah," ujar Fachrul di Jakarta, Rabu (16/9).

Menurut Fachrul, dalam rangka menjaga keamanan tersebut, panitia bisa proaktif berkoordinasi dengan pihak keamanan saat akan menggelar pengajian. Apalagi, jika acara yang akan digelar adalah pengajian akbar yang mendatangkan banyak massa.

"Keamanan ulama dan pendakwah menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya pihak keamanan, tapi juga panitia yang mengundangnya," tutur Fachrul.

"Koordinasi panitia dan pihak keamanan penting dalam menjaga keamanan masyarakat, apalagi ulama," kata eks Wakil Panglima TNI ini.

Fachrul berharap, peristiwa penyerangan terhadap ulama tidak terulang dan giat pengajian masyarakat tidak terganggu. Karena, bangsa ini sangat memerlukan wejangan para tokoh agama dalam menjalani kehidupan yang rukun dan damai.

Kondisi Syekh Ali Jaber Membaik

Syekh Ali Jaber mengaku, kondisi kesehatannya kini terus pulih pasca insiden penusukan beberapa hari kemarin. Diketahui Syekh Ali Jaber ditusuk seorang terduga gila saat berada di Lampung.

"Saya terus membaik. Semenjak kejadian ini Alhamdulillah saya dapat perhatian dari aparat keamanan, semua turun tangan, mulai dari Pak Kapolda, Dandim, Kodim, semua," Syekh Ali Jaber menandasi.

Menko Polhukam Minta Pelaku Dihukum Berat

Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat penegak hukum yang mengusut kasus penusukan Syekh Ali Jaber tak mudah percaya dengan kondisi kejiwaan tersangka, Alpin Andrian.

Menurut Mahfud, meski ada pernyataan yang menyebut Alpin mengalami gangguan jiwa, dirinya tak percaya begitu saja.

"Spekulasi di masyarakat ada dugaan berdasarkan pengakuan keluarganya, si penusuk ini sakit jiwa. Tapi kita belum percaya," ujar Mahfud dalam keterangannya, Senin (14/9).

Mahfud mengatakan, aparat penegak hukum akan bekerjasama dengan pihak terkait guna mendalami kejiwaan pelaku penusukan Syekh Ali Jaber. Menurut Mahfud, banyak cara untuk mengetahui kebenaran apakah pelaku benar alami gangguan jiwa atau tidak.

"Kita akan tahu dia sakit jiwa betul atau tidak setelah diselidiki. Kan ada tetangganya, ada jejak digitalnya. Kalau orang sakit jiwa jejak digitalnya kayak apa, keluarganya melihatnya kayak apa, tetangganya melihat kayak apa, teman-temannya melihatnya kayak apa. Baru kita dapat menyimpulkan dia sakit jiwa," kata Mahfud.

Di sisi lain, Mahfud mengaku prihatin dengan kejadian yang menimpa Syekh Ali Jaber. Di mata Mahfud, Syekh Ali Jaber merupakan seorang ulama yang isi tausiahnya bisa diterima semua kalangan.

"Pemerintah sangat prihatin atas peristiwa yang terjadi. Seorang ulama yang sangat baik, yang dakwah-dakwahnya diterima oleh semua kalangan karena tak pernah menyentuh soal politik, ternyata dianiaya atau ditusuk secara brutal oleh seseorang yang masih digali identitasnya," kata Mahfud.

Rekomendasi