Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda menyebut banyaknya anak yang tenggelam dan akhirnya ditemukan tewas di Sungai Musi akibat tidak masuk sekolah, dan aktivitas sering berada di rumah semasa pandemi. Papan larangan mandi harus dipasang untuk mencegah terjadinya kasus serupa.
Hal ini merupakan tanggapannya terkait tewasnya seorang remaja bernama Heri Irwan (17) setelah tenggelam di Sungai Musi dan ditemukan Senin (20/7). Fitrianti berziarah ke rumah duka di Jalan Dwikora, Kecamatan Ilir Timur I, untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga.
"Ini karena anak-anak sekarang aktivitasnya banyak di rumah karena tidak sekolah secara normal. Jadi mereka banyak waktu bermain, termasuk mandi di sungai," ungkap Fitrianti, Selasa (21/7).
Oleh karena itu, dia mengimbau orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya ketika beraktivitas di luar rumah. Anak-anak tidak dibiarkan bebar bermain yang membahayakan jiwanya.
"Walaupun belajar melalui daring tapi tetap ada pengawasan, ini jadi tanggung jawab orang tua," ujarnya.
Selain itu, kata dia, pemasangan papan larangan berenang dan mandi di lokasi-lokasi rawan harus dilakukan. Dirinya akan menyampaikan aspirasi warga untuk merealisasikannya karena kejadian tersebut terus berulang dan banyak memakan korban.
"Nanti akan kita pasang papan larangan, ini jadi PR kami sebagai langkah pencegahan," kata dia.
Diketahui, Heri Irawan tenggelam dan terbawa arus saat mandi di Sungai Musi bersama teman-temannya, Minggu (19/7). Jasadnya baru ditemukan tewas mengapung sejauh 400 meter dari lokasi tenggelam tepatnya di Gandus Palembang Selasa (21/7) dini hari.