Gugus Tugas penanganan COVID-19 Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, memperkirakan temuan kasus positif di daerah tersebut mulai menurun pada akhir Juni 2020.
Juru bicara Pemkab Teluk Bintuni pada penanganan COVID-19, dr Wiendo Syahputra, mengatakan bahwa saat ini jumlah warga positif COVID-19 di daerah tersebut sebanyak 44 orang. Dari jumlah tersebut 33 orang di antaranya berhasil sembuh.
Ia menjelaskan, pada akhir Mei 2020 kurva kasus COVID-19 di Teluk Bintuni terjadi peningkatan. Dalam satu bulan ke depan pemeriksaan sampel swab akan ditingkatkan dan selanjutnya di akhir Juni jumlah konfirmasi positif diharapkan mulai berkurang.
"Saat ini kasus positif di Teluk Bintuni belum mencapai puncak, akhir Mei kurvanya masih cenderung naik. Diasumsikan di akhir Juni temuan kasusnya mulai terjadi penurunan," ucap Wiendo, Rabu (3/6).
Jumlah pasien sembuh di Teluk Bintuni saat ini tergolong cukup tinggi, bahkan tertinggi di Papua Barat.
Dokter ahli paru ini menjelaskan bahwa pola penanganan COVID-19 di kabupaten tersebut selama ini ditekankan pada percepatan upaya untuk mengejar kasus melalui kegiatan screening dan tracing kontak pasien. Kinerja petugas medis di setiap Puskesmas pun digenjot pada kegiatan tersebut.
"Sehingga kita bisa segera menemukan pasien positif yang secara klinis tidak bergejala. Dengan demikian, karena daya tahan tubuhnya masih bagus sehingga potensi kesembuhannya tinggi, " ujarnya.
Selain itu, lanjut Wiendo, gugus tugas pun terus berupaya melakukan pencegahan penularan pada kelompok rentan atau beresiko yakni mereka yang berada pada usia lanjut dan mengidap penyakit komplikasi.
Dari 44 kasus positif di Teluk Bintuni 43 diantaranya berasal dari kelompok orang tanpa gejala (OTG). Satu orang lainnya dari kelompok orang dalam pemantauan (ODP).
Sebanyak 33 warga positif COVID-19 di daerah penghasil Migas itu pun telah sembuh dan dipulangkan ke keluarganya, termasuk di dalamnya satu pasien positif dari kelompok ODP serta bayi berusia 5 bulan.