Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial MTR (45) warga Denpasar Utara, berada di balik misteri keberadaan patung mirip Nyi Roro Kidul di Pantai Water Blow, Kawasan ITDC, Nusa Dua, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali.
Kepada polisi, MTR mengaku meletakkan patung di pantai tersebut karena mendapat bisikan gaib yang disebutnya dari Nyi Roro Kidul.
"Menurut yang bersangkutan, dia mendengar bisikan dari Nyi Roro Kidul untuk memasang patung tersebut di sana. Karena itu batas laut selatan," kata Kapolsek Kuta Selatan AKP Yusak Agustinus saat dikonfirmasi, Selasa (26/5).
MTR meminta maaf kepada semua pihak yang sudah dirugikan. Dia mengakui bahwa yang memasang patung tersebut adalah dirinya.
Dia memasang patung tersebut berdasarkan atas pewisik (bisikan) yang didapatkan ketika melakukan meditasi di Pura Rong Telu miliknya, Rabu (6/5). Di mana, bisikan tersebut diharuskan untuk ngiring dan juga harus memasang patung Nyi Roro Kidul di Pantai Water Blow, karena pantai tersebut merupakan pantai perbatasan pantai selatan di Bali.
Selanjutnya, pada Sabtu (9/5) sekitar pukul 17.00 WITA, dia datang ke lokasi bersama dengan seorang pria berinisial IKW yang merupakan calon suami.
Selain itu, dia juga menyesal karena perbuatan tersebut menjadi viral dengan banyaknya pendapat yang berbeda-beda. MTR juga menyampaikan, bahwa yang mengunggah video di YouTube itu bukan dirinya, tetapi IKW yang kini hubungan keduanya tidak harmonis.
"Karena dia dendam dan kepingin menghancurkan saya, karena ada bahasa percakapan di WA, dia berkata akan menghancurkan saya dan tunggu tanggal mainnya," ungkap MTR.
Terkait dengan adanya video kesurupan, MTR menjelaskan bahwa itu bukan dirinya. "Sekali lagi atas pribadi saya meminta maaf dengan apa yang saya lakukan, dan saya tidak akan mengulanginya serta akan mencabut patung tersebut," ujar MTR.
Yusak menambahkan, bahwa sekitar pukul 12.35 WITA dilakukan pembongkaran patung di atas batu karang Pantai Water Blow.
"Dengan adanya klarifikasi dari peristiwa tersebut diharapkan kepada masyarakat untuk tidak mengeluarkan statement, yang di mana dengan adanya patung tersebut menimbulkan kawasan Pantai Water Blow menjadi tempat yang angker dan menjadi tempat pemujaan," ujar Yusak.