Ada Jemaah Salat Tarawih Positif Covid-19, 1 Keluarga di Solo Dikarantina

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solo Ahyani mengatakan, dari 7 orang dalam satu keluarga tersebut, 4 diantaranya laki-laki dan 3 perempuan. Sedangkan usianya masing-masing 33 tahun, 2 tahun, 17 tahun, 58 tahun, 37 tahun, 55 tahun dan 31 tahun.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Ada Jemaah Salat Tarawih Positif Covid-19, 1 Keluarga di Solo Dikarantina
Kerabat Pasien Corona Depok. ©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Satu keluarga yang terdiri dari 7 orang di Kelurahan Joyotakan, Solo, harus menjalani karantina usai melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19. Mereka bertemu saat sama-sama menjalankan salat terawih di masjid setempat. Mereka dinyatakan reaktif, setelah menjalani rapid test.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solo Ahyani mengatakan, dari 7 orang dalam satu keluarga tersebut, 4 diantaranya laki-laki dan 3 perempuan. Sedangkan usianya masing-masing 33 tahun, 2 tahun, 17 tahun, 58 tahun, 37 tahun, 55 tahun dan 31 tahun.

Menurut dia, satu keluarga tersebut sudah menjalani pemeriksaan lanjutan, yaitu pemeriksaan swab tenggorokan. Namun hingga saat ini hasilnya belum keluar.

"Hasil swab tenggorokan belum keluar, masih menunggu pemeriksaan di laboratorium UNS," terang dia.

Pria m yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo itu menyampaikan, saat ini ketujuh orang tersebut berstatus sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) dan menjalani perawatan di RSUD Bung Karno, Semanggi.

Atas kejadian tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Solo, Musta'in Ahmad mengimbau umat Islam untuk melaksanakan segala kegiatan ibadah Ramadhan 1441 H/2020 M di rumah selama pandemi virus corona (Covid-19).

"Kami sebenarnya sudah mengimbau agar seluruh kegiatan bulan Ramadhan dilakukan di rumah. Ini sesuai dengan surat edaran Nomor: 941/Kk.11.31/02/BA.00/2020 tentang Ibadah Ramadhan 1441 H/2020 M (Perpanjangan Kedua, Peniadaan Sementara Kegiatan Peribadatan dan Keagamaan di Rumah Ibadat dalam Rangka Mencegah Penyebaran Wabah Covid-19," katanya.

"Karena saat ini sedang pandemi Covid-19 maka ibadah di rumah. Sahur di rumah, buka puasa di rumah, tadarus di rumah, taklim di rumah, dan tarawih di rumah, Jumatan diganti shalat dzuhur," katanya lagi.

Rekomendasi