Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat memantau langsung tes swab Polymerase Chain Reaction pasien positif Covid-19 perdana di RSUD W.Z Yohanes Kupang, Kamis (7/5). Viktor didampingi Wakil Gubernur Josef Nae Soi.
Viktor mengatakan sampel swab tidak perlu lagi dikirim ke Surabaya karena NTT sudah memiliki cairan pereaksi kimia atau reagen sendiri.
"Kita bersyukur karena sekarang kita tidak perlu kirim sampel swab ke Surabaya. Satu hari kita bisa periksa sendiri sebanyak 40 sampel swab dan kita periksa pagi, sore atau malam kita sudah bisa umumkan hasilnya," kata Viktor.
Menurut Viktor, dengan tersedianya reagen ini, hasil swab tidak terlalu jauh dikirim. Karena kebanyakan pasien di Nusa Tenggara Timur, dinyatakan positif Covid-19 setelah melewati masa inkubasi.
"Semoga ini bisa memantau cepat, karena selama ini setelah lewat masa inkubasi baru hasilnya tiba. Kita harap dengan ini bisa mampu mendata dan memantau seluruh swab yang diambil dari orang yang reaktif," tegasnya.
Namun, Viktor bersyukur, kondisi pasien positif covid-19 di NTT berangsur membaik. "Kita bersyukur bahwa saudara-saudara kita yang terkena virus corona dalam keadaan bugar dan baik, ini merupakan anugerah Tuhan untuk kita," tutupnya.
Advertisement
Sebelumnya, kegelisahan masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur, terhadap pencegahan penyebaran virus Covid-19, akhirnya terjawab. Cairan pereaksi kimia atau reaktan/reagen untuk melakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) telah tiba di Kupang, Selasa (5/5).
Dengan tersedianya reaktan atau cairan pereaksi kimia tersebut, maka 300 sampel swab test yang berasal dari Kabupaten dan kota di seluruh Nusa Tenggara Timur, akan mulai diperiksa, Kamis 7 April 2020.
“Cairan reaktan sudah ada. Kita berharap agar sampel swab yang sudah dikirim dari Dinkes kabupaten/kota di NTT, akan segera diperiksa lusa nanti,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur, dr. Dominikus Minggu, Selasa (5/5).
Menurut dia, reaktan atau cairan pereaksi kimia dan beberapa peralatan lainnya untuk tes Covid-19, disesuaikan dengan spesifikasi PCR yang sudah tersedia di RSUD W.Z Yohanes Kupang.