Pemerintah Disarankan Gunakan Sistem Kuota Untuk Pemberian Kartu Prakerja

Dia menekankan, program Kartu Prakerja menjaga harapan bagi mereka yang memandang pekerjaan sebagai bagian penting dari kehidupan. Mengingat strategisnya Kartu Prakerja tersebut penerapannya bisa dilakukan secara tepat.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Pemerintah Disarankan Gunakan Sistem Kuota Untuk Pemberian Kartu Prakerja
kartu prakerja. ©2020 Merdeka.com

Ketua DPD Golkar Jawa Timur, Sarmuji mengingatkan, kebutuhan manusia tidak hanya sekadar makan dan minum. Sehingga, dia menilai, upaya pemerintah memberikan Kartu Prakerja sudah tepat.

"Kebutuhan manusia itu tidak sekedar makanan untuk menjamin kelangsungan hidup. Akan tetapi juga butuh pekerjaan bukan saja sebagai sumber penghasilan tapi juga menjaga harkat," katanya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (2/5).

Dia menekankan, program Kartu Prakerja menjaga harapan bagi mereka yang memandang pekerjaan sebagai bagian penting dari kehidupan. Mengingat strategisnya Kartu Prakerja tersebut penerapannya bisa dilakukan secara tepat.

"Saya bertemu dengan beberapa kepala daerah di Jawa Timur. Mereka mengapresiasi program ini. Tetapi, mereka juga memberi masukan agar program Kartu Prakerja ini diterapkan melalui sistem kuota," tegasnya.

Menurut Sarmuji, dengan sistem kuota, bisa dihindari untuk dulu-duluan mana yang bisa mengakses. Sistem kuota juga menunjang aspek pemerataan.

Di samping itu, bisa menjadi bahan pertimbangan untuk menutup celah prinsip kesetaraan (persaingan bebas) melalui sistem teknologi.

Dia menambahkan, manusia yang tidak punya pekerjaan, selain tidak bisa mencukupi hidupnya, dia juga terancam harkat kemanusiaannya. Sehingga, dia juga memuji upaya pemerintah atas upaya-upaya yang sudah dilakukan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Rekomendasi