Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng, Bali, Gede Suyasa selaku menerangkan bahwa warga yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang saat dites hasil berubah-ubah, kini sudah pulang ke rumah. Pasien tersebut dipastikan negatif corona.
"Sudah pulang, sudah seminggu yang lalu. Sudah swab negatif tiga kali, dua kali dari RSUP Sanglah dan satu kali dari Balitbangkes Jakarta dan hasilnya negatif. Itu swab yang ke-12. Dia itu 37 hari diisolasi di RSUD (Buleleng) dan di Rumah Sakit Pratama Giri Emas," kata Suyasa saat dihubungi, Selasa (28/4).
Warga tersebut berprofesi sebagai Anak Buah Kapal (ABK) di Italia. Dia masuk ke Rumah Sakit sejak tanggal 16 Maret 2020, dan keluar dari rumah sakit pada tanggal 22 April 2020.
Selama di rumah, pasien asal Kecamatan Sukasada itu diminta untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari. Sedangkan terkait hasil tes yang berubah-ubah, Gugus Tugas belum juga mendapat penjelasan dari Kementerian Kesehatan maupun perwakilan WHO di Jakarta.
"Itu kita sudah sampaikan ke pusat, mudah-mudahan ada penjelasan. Kalau kita terbatas kemampuan untuk menganalisa itu. Belum (ada penjelasan) apa keunikan yang dari bersangkutan. Ini satu-satunya (pasien yang dirawat) 37 hari. Sementara (pasien) lain ada delapan hari bahkan lima hari sudah pulang dan sembuh di Buleleng," ungkapnya.
Sementara dari pihak WHO, juga belum ada penjelasan terkait swab warga yang berubah-ubah tersebut. Sehingga, Dinas Kesehatan Buleleng meminta WHO untuk mengkaji agar mengetahui apa penyebab sebenarnya.
"Waktu itu WHO yang telepon dijawab sama Kadiskes saya. Itu ditanya kenapa bisa berulang-ulang (Swabnya). Makanya, Kadiskes bilang silakan diperdalam lagi, karena ini cukup unik. Kondisinya tidak stabil. Mohon bisa diperdalam lagi kajiannya terhadap pasien yang paling unik yang kita miliki ini," ujar Suyasa.