Seorang pasien laki-laki berusia 59 tahun dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani di ruang isolasi di RS Muwardi Solo. Dinas Kesehatan Jateng menyatakan pasien meninggal dunia akibat gagal nafas karena Pneumonia.
"Total dua pasien masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di RS Moewardi. Dan ada satu pasien di antaranya yang meninggal dunia. Kami sedang melacak penyebab kausatifnya terkait meninggalnya pasien tersebut," kata Kepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo di kantornya, Kamis (12/3).
Dia menyebut dari hasil epidemologi, pasien tidak punya riwayat kontak dengan warga negara asing. Sedangkan pasien meninggal pada Rabu (11/3) pukul 13.00 WIB. Sebelum meninggal, pasien sempat mengikuti kegiatan seminar empat hari di Bogor sejak 25-28 Februari 2020.
"Pasien tidak pernah kontak dengan WNA. Gejalanya tiba-tiba pasien mengalami batuk dan pilek pada 29 Februari dan berobat ke dokter karena ada pemburukan di parunya yang sangat cepat," ungkapnya.
Advertisement
Untuk hasil hasil laboratorium, spesimennya sudah dikirim ke Litbangkes Jakarta. Sementara hasilnya menunggu empat sampai lima hari. Sedangkan riwayat penyakit pasien diabetes yang sudah tidak terkontrol.
"Hasil labnya sudah kami kirim Selasa kemarin. Sedangkan hasil masih menunggu dulu," ungkapnya.
Terkait pemakaman jenazah pasien sendiri untuk pencegahan penularan penyakit seperti pasien sebelumnya tidak boleh dibuka oleh keluarganya.
"Proses pemakaman pasien kita lakukan bungkus jenazahnya untuk mencegah penularan. Mending kita curiga riwayat pasien daripada kebobolan virus yang sedang merebak sampai saat ini," tutupnya.