Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung memantau 31 warga diduga memiliki gejala terpapar virus corona sejak Januari. Tujuh orang di antaranya sudah lepas dari pantauan dan dinyatakan sehat.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rosye Arosdiani Apip mengungkapkan, puluhan warga itu dipantau setelah mengalami gejala batuk, pilek dan memiliki riwayat berpergian ke luar negeri yang masuk sebagai wilayah sebaran virus corona.
"24 orang masih dalam pemantauan dan pemantauan itu akan dilakukan selama 14 hari. Tujuh orang sudah selesai (melewati tahap pemantauan)," kata Rosye di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Selasa (3/3).
Jumlah masyarakat yang masuk dalam pemantauan itu didapatkan berdasarkan laporan dari Puskesmas di tingkat wilayah. Namun, semua penanganan tidak sampai diisolasi.
Mekanisme isolasi hanya berlaku bagi masyarakat yang memiliki riwayat bepergian ke negara China, khususnya Kota Wuhan.
"Sebetulnya dia sehat biasa, tidak bergejala, hanya batuk dan pilek biasa yang tidak dikategorikan pada COVID-19, tapi dia baru berangkat dari negara terjangkit," kata dia.
"Walaupun dia sehat tapi baru pulang dari negara China seperti Wuhan misalnya atau dari kapal pesiar itu karena di sana terbukti ada ratusan orang yang positif. Saat pulang pun mereka kembali dikarantina gitu karena untuk memastikan," pungkasnya.
Advertisement
Jawa Barat Siaga Satu Virus Corona
Diketahui, dua warga yang berdomisili di Depok, Jawa Barat, terinfeksi virus corona. Saat ini, keduanya menjalani perawatan di RSPI Sulianti Saroso.
Pemprov Jawa Barat langsung bergerak membentuk crisis center terkait virus corona (covid-19) di Jawa Barat terkait dua warganya terpapar virus corona. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta masyarakat bisa memilah informasi yang tersebar di media sosial agar tidak terjebak berita bohong.
Dia menjadwalkan pembahasan mengenai pembentukan crisis center akan dirapatkan secara khusus di Gedung Sate pada Selasa (3/3). Ini menjadi upaya agar semua penanganan maupun bantuan mengenai virus corona bisa terpusat.
"Besok kita akan rapat di Bandung untuk menguatkan lagi apa yang telah dirapatkan dua minggu lalu, untuk membentuk crisis center covid-19, sehingga nanti terkait informasi dan bantuan semuanya berada di satu pintu untuk Jabar," kata Ridwan Kamil di Depok, Senin (2/3).
Crisis center pun berfungsi sebagai penyalur informasi kepada masyarakat. Pasalnya, saat ini beragam berita yang tidak jelas sumbernya tersebar di media sosial. Hal ini bisa membuat situasi masyarakat secara psikologis tidak kondusif.
"Berita bohong berserakan, sehingga diharapkan media fokus ke fakta-fakta," kata dia.
Selain itu, dia memastikan rumah sakit rujukan di masing-masing kabupaten kota di Jawa Barat sudah siaga. Penanganan khusus untuk pengambilan sampel bisa dikoordinasikan dengan pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS).
"Rumah sakit daerah di Jabar, jumlahnya 27, sebagai rujukan utama berkoordinasi dengan RSHS sebagai rumah sakit kelas A. Untuk mengecek sampelnya hanya bisa dicek di lab kes di Jakarta (milik Kementerian Kesehatan)," ujar dia.
Dia mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan dan memakan makanan kaya dengan gizi. Tubuh yang bugar sangat penting untuk mencegah virus corona menyerang.
"Kami imbau ke masyarakat untuk menjaga kesehatan, karena virus ini dilawan oleh kebugaran tubuh, biasanya kalau fisiknya kuat bisa melawan flu," ungkap dia.
Advertisement
Jangan Panik Beli Masker
Selain itu, Emil, begitu dia disapa ini juga berpesan kepada masyarakat agar tidak terlalu panik membeli masker. Dia meminta masyarakat mengingat pesan Menkes Terawan Agus Putranto bahwa masker hanya untuk mereka yang sakit, bukan orang sehat.
"Jangan panik membeli masker, ini sudah ramai di mana-mana. Merujuk kepada Menteri Kesehatan, masker itu hanya untuk orang yang sakit. Jangan sampai nanti yang sakit butuh ternyata habis dibeli orang-orang yang sehat yang tidak perlu membutuhkan masker. Oleh karena itu saya himbau warga Depok khususnya, untuk tetap tenang dan memberikan kesempatan bagi yang membutuhkan," imbuh dia.
"Karena itu lah kami tadi membawa 10 ribu masker, kami titipkan ke Pak Wali Kota untuk disimpan di titik-titik pelayanan masyarakat. Puskesmas, klinik, rumah sakit. Jaga-jaga pada saat yang sakit butuh," sambung Emil.