Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku telah memaafkan penghinanya di media sosial, Zikria Dzatil. Meski mengaku sudah memaafkan, namun ia tetap menyerahkan persoalan hukum tersebut ke kepolisian.
Hal ini diungkapkan Risma di rumah dinasnya di Jalan Wali Kota Mustajab. Ia mengatakan, secara kemanusiaan dirinya telah memaafkan pelaku yang telah menyebutnya sebagai kodok betina.
"Saya maafkan yang bersangkutan. Saya sebagai manusia, saya maafkan, karena belai juga manusia," tegasnya, Rabu (5/2).
Politikus PDIP ini menambahkan, tersangka penghinanya melalui kepolisian telah mengirimkan dua surat permintaan maaf. Surat pertama ditujukan pada dirinya. Sedangkan surat kedua ditujukan pada warga Surabaya.
"Ada dua surat ini. Intinya soal permohonan maaf. Kalau yang bersangkutan sudah meminta maaf, maka saya juga wajib memaafkan, karena Allah pun memberikan maaf untuk umatnya yang salah. Oleh karena itu saya akan mencoba untuk berbuat baik," tegasnya.
Advertisement
Dikonfirmasi apakah ia akan mencabut laporannya ke polisi? Risma secara eksplisit tidak menegaskannya. Namun ia menyatakan, jika kasus tersebut akan tetap berproses secara hukum, meski ia sudah memaafkan sang pelaku.
"Urusan hukum saya serahkan pak Kapolres. Saya minta warga Surabaya hilangkan kebencian. Jangan karena saya kita saling bermusuhan, saya ndak ingin seperti itu. Saya berharap seluruh warga saya, kalau masih mencintai saya tolong dimaafkan. Mari sama-sama berbesar hati untuk bisa memaafkan," tandasnya.
Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugraha mengatakan, proses hukum terhadap Zikria yang telah berstatus tersangka akan diproses sebagaimana ketentuan pada umumnya. Ia bahkan menyebut, dalam kasus ini Zikria terbelit kasus yang berasal dari delik aduan dan pidana murni.
"Kasus ini akan tetap kita proses sebagai mana ketentuan yang berlaku. Ada delik aduan dan pidana murni," katanya.
Sebelumnya, Zikria ditangkap Tim Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya dari rumahnya usai aksinya dilaporkan Pemkot Surabaya pada 21 Januari 2020.
Zikria dilaporkan setelah mengunggah foto Wali Kota Risma di laman akun Facebook miliknya dengan menambahkan tulisan caption atau keterangan foto, yang berisi penghinaan terhadap wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu, yang berisi "Anjirrrrr.... Asli ngakak abis...nemu nih foto sang legendaris kodok betina".