Menag Fachrul Razi Kenang Gus Sholah: Rendah Hati dan Selalu Menyampaikan Pesan Sejuk

Berpulangnya Gus Sholah mengingatkan Fachrul Razi pada pemilihan presiden tahun 2004 silam. Saat itu, Gus Sholah turut mendampingi calon presiden dari Partai Golkar Wiranto.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Menag Fachrul Razi Kenang Gus Sholah: Rendah Hati dan Selalu Menyampaikan Pesan Sejuk
Menag Fachrul Razi Sambangi Pondok Pesantren Lirboyo. ©2019 Merdeka.com/Imam Mubarok

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) meninggal dunia di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, pada Minggu (2/2) malam. Adik kandung presiden keempat Indonesia Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu wafat pada usia 77 tahun setelah berjuang melawan penyakit.

Kepergian Gus Sholah membuat keluarga termasuk rekan sejawat kehilangan salah satu tokoh Hak Asasi Manusia (HAM) tersebut. Salah satunya Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi.

Berpulangnya Gus Sholah mengingatkan Fachrul Razi pada pemilihan presiden tahun 2004 silam. Saat itu, Gus Sholah turut mendampingi calon presiden dari Partai Golkar Wiranto.

Meski berstatus Cawapres, kata Fachrul Razi, sosok Gus Sholah dilihatnya sebagai orang yang rendah hati. "Kesan saya waktu sama-sama dengan beliau waktu pilpres beberapa tahun lalu beliau calon wakilnya Pak Wiranto. Saya pada saat itu kumpul cukup lama dan saya tahu sekali bagaimana rendah hatinya, baiknya beliau," kata Fachrul Razi di kediaman Gus Sholah, Jakarta Selatan, Senin (3/2).

Ia pun merasa sangat kehilangan sosok Gus Sholah yang merupakan tokoh agama serta tokoh nasional. Menurutnya, Gus Sholah selalu memberikan pesan-pesan yang tak pernah menyinggung perasaan orang lain.

"Beliau selalu menyampaikan pesan-pesan sejuk, tidak pernah menyinggung perasaan orang lain dan mudah-mudahan harapan kita ke depan kita dapat lagi tokoh tokoh seperti beliau," tandasnya.

Rekomendasi