Kejagung Minta 10 Orang Dicegah, Jokowi Harap Kasus Jiwasraya Bisa Tuntas

Jokowi menjelaskan, saat ini pihak OJK, Menteri Keuangan dan Kementerian BUMN untuk menangani terkait proses korporasi. Dia berharap kasus ini benar-benar ditangani secara serius.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
Kejagung Minta 10 Orang Dicegah, Jokowi Harap Kasus Jiwasraya Bisa Tuntas
Jokowi Prabowo. ©2020 Merdeka.com

Kejaksaan Agung meminta 10 orang berpotensi tersangka dalam kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya untuk dicegah. Presiden Joko Widodo atau Jokowi berharap dengan pencegahan bisa membuka masalah perusahaan BUMN tersebut dengan terang benderang.

"Di sisi hukum juga sudah ditangani oleh Kejaksaan Agung. Sudah dicegah 10 orang agar kebuka semuanya sebetulnya problemnya di mana," kata Jokowi usai membuka perdagangan perdana saham tahun 2020 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Pusat, Kamis (2/1).

Jokowi menjelaskan, saat ini pihak OJK, Menteri Keuangan dan Kementerian BUMN untuk menangani terkait proses korporasi. Dia berharap kasus ini benar-benar ditangani secara serius.

"Semuanya sedang menangani ini. Tapi ini perlu proses yang tidak sehari 2 hari. Perlu proses yang agak panjang," ungkap Jokowi.

10 Orang Berpotensi Tersangka

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAMPidsus) Adi Toegarisman memastikan, 10 orang berpotensi tersangka atas kasus dugaan korupsi di perusahaan BUMN, PT Asuransi Jiwasraya tak melarikan diri ke luar negeri. 10 Orang berpotensi tersangka itu diketahui atas nama inisial HR, DYA, HP, MZ, DW, GL, ER, HH, BT dan AS.

"Enggak ada yang melarikan diri. Kita sudah kirim informasi ke Imigrasi sesuai prosedurnya melalui JAMIntel dan sudah dilakukan pencegahan," kata Adi di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin (30/12).

Ia pun menegaskan, pihaknya sudah melakukan pencekalan terhadap 10 orang tersebut. Dengan begitu, mereka tak dapat melarikan diri atau kabur ke luar negeri.

"Iya masih dicekal. Nanti sampai berjalan prosesnya nanti akan kelihatan sebetulnya siapa-siapa yang kita cekal. Tetapi sudah jelas disampaikan kemarin bahwa ada 10 orang sudah kami cekal," tegasnya.

Rekomendasi