Polisi terus menyelidiki kasus pengemudi Lamborghini koboi, Abdul Malik, yang menodong dua pelajar dengan pistol di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Polisi berhasil menemukan senjata disimpan pelaku di brankas.
Dalam brankas itu ditemukan empat senjata api laras panjang dan tiga senjata api laras pendek serta beberapa peluru dan ditemukan pula satu granat tangan.
"Ditemukan senjata AR 15, dan M16 yang dimodifikasi menjadi M4, ada juga airsoft gun dan glock yang dimodifikasi," kata Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (31/13).
Berikut ulasan senjata yang dimiliki pengemudi lamborghini:
Advertisement
M16 adalah senapan serbu yang ringan, berkaliber 5.56 mm, air-cooled, beroperasi dengan sistem gas, menggunakan magazen, dan menggunakan bolt berputar.
Karakteristik M16 terbuat dari besi, alumunium, dan plastik komposit. Bahan tersebut membuatnya lebih ringan dan mudah dibawa oleh pasukan saat melakukan operasi di pedalaman.
Senapan M-16 menggunakan Magazen 5.56x45 mm. Terdapat empat versi M-16, yakni M16A1, yang menggunakan peluru U.S. M193/M196. M16 ini bisa ditembakan pada pilihan semi-otomatis maupun full-otomatis.
Kemudian M16A2, yang mulai dipakai sekitar tahun 1980. M16A2 menggunakan peluru M855/M856 yang didesain Belgia (dan kemudian dijadikan standar NATO 5.56 x 45 mm). M16A2 bisa menembak semi-otomatis dan burst tiga butir. Yang terakhir adalah M16A4, yang menjadi standar untuk Marinir AS pada Operasi Pembebasan Irak, menggantikan M16A2.
Advertisement
Abdul Malik juga memiliki senjata jenis AR-15. AR-15 adalah senapan semi-otomatis, mirip dengan senapan otomatis M16. Senapan AR-15 sipil memiliki banyak pilihan modifikasi dan umumnya memiliki pegangan pistol, popor lipat atau teleskopik, laras melingkar, dan tempat bayonet.
Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono mengatakan dari pengakuan tersangka, senjata itu hanya untuk koleksi. Senjata itu pun diakuinya hanya digunakan di dalam rumah.
"Senang mengoleksi, dari keterangan sementara memang dia ini memakai untuk kegiatan di rumahnya saja, untuk berfoto-foto. Dia tidak gunakan di tempat yang lain," kata Gatot di Mapolda Metro Jaya, Selasa (31/13).
Advertisement
Polisi juga berhasil mengamankan granat tangan saat menggeledah rumah pelaku. Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono mengatakan dari semua senjata api yang dimiliki Abdul Malik tidak ada satupun yang memiliki izin kepemilikan. Polisi pun masih mendalami dari mana senjata itu diperoleh tersangka.
"Kita ini lagi dalami dari mana temuan-temuan ini, karena sampai saat ini yang bersangkutan belum bisa menunjukkan izin dari kepemilikannya," ujar dia, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (31/13).
Advertisement
Polisi juga menemukan belasan peluru pendek di kediaman Abdul Malik di Jalan Jambu No 3 Pejaten Barat, Pasar Minggu. Penggeledahan dilakukan pada hari Selasa (24/12) pukul 23.00 WIB dengan disaksikan oleh istri serta ketua RT dan RW setempat.
"10 peluru panjang kaliber 5.56, 11 peluru pendek kaliber 9 dan 1 peluru pendek masih utuh," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Andi Sinjaya Ghalib, Kamis (26/12).