Kalapas Sukamiskin Abdul Karim memastikan terpidana kasus korupsi e-KTP Setya Novanto ke penjara setelah menjalani berobat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Abdul mengatakan, status Setya Novanto hanya tahanan titipan di Lapas Cipinang karena tengah menjalani pengobatan di RSPAD Gatot Subroto.
"Kembali lagi ke Bandung (nanti)," kata Abdul kepada Liputan6.com, Jumat (27/12).
Kepastian mantan ketua umum Partai Golkar itu dirawat di RSPAD Gatot Subroto, sebelumnya diungkapkan Komisioner Ombudsman Adrianus Meliala. Eks komisioner Kompolnas itu mengecek keberadaan Setya Novanto bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Liberty Sintinjak, pada Kamis (26/12) malam.
Adrianus melihat secara langsung kondisi Setya Novanto. Keduanya bahkan sempat berbicang-bincang di ruang perawatan.
"Iya beliau cerita penyakitnya yang sudah diderita sejak lama," kata Adrianus melalui pesan singkatnya, Jumat (27/12).
Advertisement
Adrianus mengatakan, Setya Novanto dijadwalkan menjalani rangkaian tes kesehatan di RSPAD. Kemarin, pemeriksaan yang sudah dilakukan adalah Magnetic Resonance Imaging atau MRI.
"Katanya dia mau cek jantung, cek penyebab demam, dan cek lumbal," ucap dia.
Adrianus menyatakan melihat tak ada maladministrasi dalam pengobatan Setnov kali ini. "Tidak ada," singkatnya.
Setya Novanto dirawat di ruang Paviliun Kartika RSPAD Gatot Soebroto. Saat disambangi, Setya Novanto tengah didorong menggunakan kursi roda menuju ke ruang radiologi.
"Udah mau ke radiologi. Duduk di kursi roda," tutur Liberti.
Liberti menegaskan, pihaknya tak bisa menentukan berapa lama Setnov dibantarkan di RSPAD Gatot Soebroto. Menurutnya, semua tergantung keputusan tim dokter.
"Tanya dokternya. Kalau enggak sembuh saya tarik? Tunggu kata dokter bawa pulang. Nunggu nanti dokter saya kirim lagi ke sini, dokter Lapas Sukamiskin. Karena kalau bisa dibawa pulang ya bawa pulang," jelas Liberti.
Menurut dia, Setnov hanya dijaga oleh dua petugas dari Lapas Cipinang. Dia pun menegaskan, Setnov tak dilarang ditemani oleh keluarganya.
"Hanya pengawal, ada 2 dari lapas Cipinang. Boleh (ditemani pihak keluarga). Tapi tidak perlu banyak-banyak. Tapi itu dokter yang menentukan," pungkasnya.
Reporter: Nanda Perdana Putra