Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono berkunjung ke pabrik pembuatan kendaraan tempur milik Thales di Bendigo, Australia hari ini. Dia ditemani Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Suharso Monoarfa serta beberapa jajaran Kemenhan dan Dirut Pindad Abraham Mose.
Dia menuturkan, kehadirannya untuk membuka peluang kerja sama antara Thales dan Pindad. "Australia merupakan bagian dari Commonwealth dengan pemenuhan Alutsista didominasi berstandar NATO. Kita mau melihat kemampuan dan peluang kerja sama antara Thales dengan industri pertahanan Indonesia seperti Pindad," kata Trenggono, Senin (9/12).
Menurutnya, Australia merupakan negara yang banyak melakukan penelitian dan pengembangan di bidang pertahanan. Namun tidak banyak yang diindustrialisasi menjadi produk masterpiece tetapi lebih cenderung sebagai global supply chain.
"Atas kondisi ini, hal yang perlu didorong sebagai potensi kerja sama adalah meningkatkan produk nasional Indonesia menjadi produk yang berstandar internasional. Atas produk First Article yang belum digunakan User diantaranya, Drone/PTTA, Swamboat, RCWS, Depth Personnel Vehicle, Ground to Air Radio, air combat manouvering instrumentation," jelas Tenggono.
Untuk diketahui, fasilitas Thales di Bendigo selama ini fokus memproduksi Ranpur Bushmaster dan Hawkei. Bushmaster memiliki keunggulan pada daya tahan terhadap serangan ranjau, serta selama beroperasi di medan tempur belum ada pernah korban jiwa. Semua ini berkat desain yang dibuat Thales.