Sebelum Dipulangkan, Pasien RSJ Solo Jalani Rehabilitasi dengan Melukis

Ada yang unik di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) dr Arif Zainudin, Kota Solo. Sebelum dipulangkan, pasien menjalani rehabilitasi melalui kegiatan melukis. Dengan kegiatan itu, bisa diketahui kondisi mental para pasien. Mengingat yang selama ini terjadi sebagian pasien tidak tahu kalau mempunyai masalah.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Sebelum Dipulangkan, Pasien RSJ Solo Jalani Rehabilitasi dengan Melukis
Pasien RSJ Solo Jalani Rehabilitasi Dengan Melukis. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Ada yang unik di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) dr Arif Zainudin, Kota Solo. Sebelum dipulangkan, pasien menjalani rehabilitasi melalui kegiatan melukis. Dengan kegiatan itu, bisa diketahui kondisi mental para pasien. Mengingat yang selama ini terjadi sebagian pasien tidak tahu kalau mempunyai masalah.

Kepala Instalasi Rehabilitasi RSJD dr Arif Zainudin Surakarta Febrianto di sela rehabilitasi mengatakan, kegiatan tersebut melibatkan Komunitas Seniman Rumah Banjarsari Solo. Menurutnya, yang masuk rehabilitasi ini sudah bisa dikategorikan pulih, sehingga kegiatan tersebut persiapan mereka pulang.

Ia mengatakan melalui hasil lukisan itu dapat diketahui kondisi mental para pasien mengingat yang selama ini terjadi sebagian pasien tidak tahu kalau mereka punya masalah.

"Tetapi ketika dituangkan lewat media maka pasien bisa bercerita lewat itu. Ini disebut eksplorasi perasaan, salah satu jenis terapi ekspresi," ujar Febrianto, Selasa (13/11).

Dengan kegiatan tersebut diharapkan ketika pasien sudah diperbolehkan pulang bisa tetap ikut rehabilitasi rawat jalan. Hal tersebut penting untuk mengembalikan kondisi pasien.

Pasien Melukis Abstrak

Perwakilan Komunitas Seniman Rumah Banjarsari Yogi Irawan mengemukakan, pada kegiatan tersebut para seniman mengajak pasien berkriya menciptakan motif abstrak. Mereka tidak harus membuat gambar tertentu. Pihaknya justru berharap mereka bisa menciptakan motif abstrak.

"Salah satu kesulitan yang dihadapi para mentor melukis tersebut yaitu ketika mengontrol konsentrasi para pasien," katanya.

"Mereka masih terbatas pada model gambar, yang kami harapkan abstrak, tetapi ini malah jadi menarik," katanya.

Pada kegiatan tersebut ia juga tidak mempersulit pasien dengan banyak alat lukis. Beberapa peralatan yang disiapkan di antaranya busa dan kanvas.

"Tekniknya pakai busa, selanjutnya dicelupkan di tinta, caranya bisa digores, diteteskan atau diperas di atas kanvas. Kami mengharap ekspresi mereka tertuang melalui warna dan pola," pungkas dia.

Rekomendasi