Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menyelesaikan draf final investigasi jatuhnya pesawat Lion Air JT610 di Perairan Karawang, Jawa Barat, pada Oktober 2018. Hasil investigasi tersebut akan diumumkan pada November 2019.
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, draf final investigasi tersebut telah dikirim kepada pihak terkait pada 24 Agustus 2019 lalu. Pihak terkait tersebut memiliki waktu 60 hari untuk memberi tanggapan terhadap draf final tersebut.
"Setelah menerima tanggapan, dalam 1-2 minggu akan melakukan finalisasi terhadap laporan tersebut," katanya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/9).
Untuk itu, dia mengungkapkan, hasil investigas tersebut bisa disampaikan kepada publik sekitar bulan November. Tentunya setelah merangkum semua masukan dari pihak terkait terhadap hasil investigasi tersebut.
"Jadi kalau dihitung-hitung, kisaran minggu pertama atau kedua November kita bisa rilis laporan kejadian tersebut," tutup Soerjanto.
Sebelumnya, KNKT menjanjikan akan segera merampungkan proses penyelidikan terkait jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 pada Agustus 2019.
"Terkait seluruh hasil investigasi ini akan disampaikan oleh KNKT pada final report yang dijadwalkan akan dipublikasikan pada bulan Agustus atau September 2019," kata Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono, di Kantor KNKT, Jakarta, Kamis (21/3).
KNKT pun telah melakukan kunjungan ke Boeing untuk melakukan rekonstruksi penerbangan JT610 menggunakan engineering simulator dan diskusi terkait system pesawat B737-8 (MAX).
"KNKT juga telah berdiskusi dengan Boeing dan FAA terkait design system MCAS (Manuvering Characteristic Augmentation System) dan approval yang diberikan oleh FAA," imbuhnya.
Sementara Ketua Subkomite Investigasi KNKT Nurcahyo Utomo mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan 90 persen data yang diperlukan dalam proses investigasi.
"Kita kumpulkan tim dan bicarakan arah analisa. Sekarang tim bagi tugas apa kerjakan apa. Kalau perlu data tambahan akan diisi. Kalau diperlukan ditulis akan jadi draf laporan lalu kirim ke AS, Ditjen Perhubungan Udara, Lion Air, minta tanggapan dari data draf ada yang salah tidak," jelas dia.
Proses pemberian tanggapan masih berlangsung selama dua bulan ke depan dan diharapkan akan rampung di Juni. "Masa pemberian tanggapan 2 bulan. Juni harapannya selesai draf. Agustus sampaikan hasil Lion Air," tandasnya.
Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com