Menko Polhukam Wiranto sempat terkejut akan hadirnya drone yang memiliki teknologi dalam berperang. Hal ini ia sampaikan saat melihat puncak latihan gabungan TNI dari tiga Matra (AL, AU, dan AD) di Pos Tinjau T12 Pusat Latihan Tempur Marinir Asembagus, Situbondo, Jawa Timur.
"Kita sudah melihat satu demonstrasi baru di mana ada satu drone, yang dulu kita nggak punya, dan tadi kita saksikan bahwa ada satu drone yang mampu untuk melaksanakan tidak hanya pengintaian, tapi juga melaksanakan penembakan dan pengeboman," katanya di lokasi, Kamis (12/9).
Menurutnya, hal ini menunjukkan kemajuan yang sangat dibanggakan bagi Indonesia dalam menghadapi serangan.
"Ini kemajuan atau lompatan teknologi yang luar biasa. Mudah-mudahan ke depan nanti teknologi-teknologi militer yang sekarang berkembang di dunia dapat kita miliki," ujarnya.
Sebelumnya, ribuan personel dari tiga Matra, Angkatan Laut (AL), Angkatan Darat (AD), dan Angkatan Udara (AU) melakukan latihan gabungan guna meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan prajurit dalam serangan musuh dengan mengangkat sandi 'Dharma Yudha 2019'. Dalam skenario latihan perang ini, TNI akan memperkenalkan untuk pertama kalinya drone tempur.
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, drone yang dimaksud adalah drone CH-4B yang berjenis Medium Altitude Long Endurance (MALE). Di mana memiliki kemampuan terbang selama 12 jam dan dikendalikan dari jarak 600 kilometer.
"Jangkauan radius of actionnya bisa sampai 1000 km apabila kita menggunakan satelit BLOS (Beyond Line Of Sight). Tapi kalau hanya menggunakan CLOS itu bisa dari Surabaya sampai ke tempat latihan ini di Situbondo," kata Hadi di Pos Tinjau T12 Pusat Latihan Tempur Marinir Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, Rabu (11/9).
Kata Hadi, drone itu memiliki kemampuan menyerang dan melakukan pengintaian sekaligus memberikan serangan roket.
"Fungsinya adalah untuk surveillance dan juga melaksanakan attack, attack bisa menggunakan bomb seperti yang kita laksanakan kemarin, kita menembak ngebom dari ketinggian 15000 feet dan kita rilis hasilnya sangat presisi," katanya.