10 Pucuk Senjata Milik TNI Hilang saat Kerusuhan di Papua Sudah Dikembalikan

Seperti diketahui, 10 pucuk senjata api milik TNI AD dilaporkan hilang dalam insiden kerusuhan yang terjadi di Deiyai, Papua Rabu (28/8). Salah satu senjata hilang adalah pucuk senpi yang dipegang almarhum Serda Rikson. Dilaporkan 10 pucuk senpi jenis SS 1 itu hilang beserta magasen yang berisi pelurunya.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
10 Pucuk Senjata Milik TNI Hilang saat Kerusuhan di Papua Sudah Dikembalikan
Wiranto. ©2018 Merdeka.com

Menko Polhukam Wiranto mengatakan, telah dilaporkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengenai insiden kerusuhan di Deiyai, Papua Rabu (28/8). Dalam kerusuhan itu 10 pucuk senjata api milik TNI hilang.

Menurut Wiranto, senjata yang diambil itu telah dikembalikan. Senjata itu dikembalikan setelah pihak TNI berhasil membujuk massa tersebut.

"Syukur yang dilaporkan 10 pucuk itu sudah kembali. Ya memang sudah sampai ke gunung dengan cara persuasif untuk mengembalikan senjata yang 10 pucuk ini," kata Wiranto usai menggelar rapat terbatas dengan Presiden Jokowi terkait situasi terkini di Papua, Jumat (30/8). Rapat terbatas itu dihadiri Mensesneg, Seskab, Menko Polhukam, Menlu, Panglima TNI, KApolri dan Kepala BIN.

Seperti diketahui, 10 pucuk senjata api milik TNI AD dilaporkan hilang dalam insiden kerusuhan yang terjadi di Deiyai, Papua Rabu (28/8). Salah satu senjata hilang adalah pucuk senpi yang dipegang almarhum Serda Rikson. Dilaporkan 10 pucuk senpi jenis SS 1 itu hilang beserta magasen yang berisi pelurunya.

Kapendam XVII Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto mengakui, belum bisa memastikan informasi tersebut karena saat ini masih menunggu laporan.

"Belum ada laporan tentang 10 pucuk yang diinformasikan hilang," kata Letkol CPL Eko yang mengaku satu pucuk senjata api yang dipegang alm Serda Rikson juga hilang seperti dikutip Antara, Rabu (28/7).

Jenazah Serda Rikson dijadwalkan dievakuasi ke Nabire dan dua anggota lainnya mengalami luka-luka bahkan seorang di antaranya yaitu Sertu Sunendra, kata Letkol CPL Eko Daryanto.

Sebelumnya, unjuk rasa menuntut penandatanganan persetujuan referendum Papua berujung ricuh. Empat orang aparat keamanan jadi korban dalam insiden tersebut. Massa menggelar aksi tersebut di depan Kantor Bupati Deiyai, Papua, hari ini (28/8).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, awalnya jumlah demonstran hanya berjumlah 150 orang. TNI-Polri yang dikerahkan ke lokasi mencoba bernegosiasi dengan pengunjuk rasa.

Saat proses negosiasi berlangsung, ribuan massa dari berbagai penjuru datang membawa senjata tajam dan panah.

"Langsung menyerang aparat keamanan. 1 TNI (tewas), dan 3 Polri (belum dapat konfirmasi) jadi korban," katanya.

Rekomendasi