Kondisi di Jayapura pagi ini masih belum sepenuhnya pulih usai kerusuhan pada Kamis (30/8) kemarin. Bahkan hingga malam tadi, kondisi masih tegang.
"Pagi ini toko-toko pada tutup," kata Sekretaris DPRD Jayapura, Amos kepada merdeka.com, Jumat (30/8).
Menurut Amos, aparat Polri dan TNI juga siaga di setiap titik. Apalagi massa kembali berkeliaran.
Sementara warga Jayapura, Benyamin Gurik saat dihubungi mengatakan pagi ini massa kembali beringas. Toko-toko pun masih tutup.
"Hingga pagi jam 09.00 WITA baru ada pergerakan kembali," katanya.
Kemarin, Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mencatat massa bertindak di luar kendali di tujuh titik. Pertama pembobolan dan perusakan Lapas Abepura. Kedua Pembakaran Polsek Jayapura Selatan, lalu perusakan dan pembakaran pertokoan PTC di Jayapura Selatan, selanjutnya perusakan beberapa kendaraan mobil dinas TNI dan Polri.
Kelima pembakaran Samwil di pinggir Jalan Hamadi. Keenam perusakan mobil-mobil di sepanjang jalan yang dilewati massa, terakhir pembakaran belakang kantor Majelis Rakyat Papua (MRP).
"Jaringan komunikasi sementara sebagian terputus," kata Dedi dalam keterangannya, Kamis (29/8).