Darussalam (35) sudah 19 tahun menjadi pengayuh becak di kawasan perkotaan Kabupaten Garut. Dengan pengalamannya mengayuh becak, ia pun menjadi ahli dalam mengendalikan becak dan menjadi juara dalam lomba ketangkasan becak yang digelar di Kabupaten Garut, dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia ke-74 tahun 2019.
Darussalam mengaku sudah tiga kali mengikuti lomba ketangkasan becak. Menurutnya tidak mudah bisa melakukan aksi freestyle becak menggunakan dua roda dan harus berjalan dalam posisi miring.
"Saya bisa melakukan itu karena sudah biasa bawa becak. Jadinya ya terkuasai," ujarnya, Sabtu (17/8).
Aksi freestyle becak memang tidak mudah dilakukan. Hal tersebut dibuktikan dengan tidak sedikit dari tukang becak yang gagal, bahkan menabrak tiang panggung hingga tukang becak lainnya saat melakukan aksi. Meski demikian, aksi tersebut menjadi hiburan bagi warga yang hadir menyaksikan kegiatan tersebut.
Darussalam mengaku baru mengetahui kemarin ada lomba ketangkasan becak, sehingga ia pun hanya punya sedikit waktu untuk berlatih. Namun ternyata meski demikian ia menjadi juara dan mendapatkan hadiah beras 25 kilogram, minyak kelapa 25 kilogram, dan tiga dus mi instan.
Selain lomba ketangkasan becak, juga digelar lomba hias becak. Lomba yang digagas oleh Kepolisian Resor Garut tersebut menjadi salah satu kegiatan yang mendapat perhatian cukup meriah dari masyarakat perkotaan Garut.
"Alhamdulillah lomba ini sangat meriah karena 250 tukang ikut ambil bagian dalam lomba ini. Ini juga menjadi wadah silaturrahmi dengan para abang becak, karena selama ini mereka jarang tersentuh," kata Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna.