Kopassus menerjunkan 10 penerjun terbaiknya di acara penutupan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-105 Tahun 2019 di Samarinda, Kalimantan Timur. Satu dari sembilan penerjun adalah prajurit wanita, Sersan Satu Dessy Alvionita, asal Kutai Barat, Kalimantan Timur.
Dessy menuntaskan tugasnya dengan baik. Semua yang hadir termasuk Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, berdecak kagum memberikan aplaus.
Selesai acara, Dessy mendatangi neneknya dan memeluk erat. Panglima TNI melihat momen haru Sertu Dessy dan sang nenek. Namun sejumlah orang sudah antre ingin berfoto dengan wanita berparas ayu. Dia meladeni permintaan masyarakat berswafoto.
Dessy kemudian bercerita awal mula menjadi prajurit TNI AD dan tergabung di Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD).
"Saya 8 tahun ini di Kopassus sejak 2011. Saya tidak pernah kepikiran jadi tentara. Cuma, waktu saya lulus sekolah, saya didaftarkan oleh Koramil waktu itu," kata Dessy, ditemui merdeka.com, Kamis (8/8).
Menurut Dessy, ada proses yang mesti dilalui prajurit Kopasus untuk menjadi penerjun payung. "Kalau di Kopassus, itu kita memang wajib terjun payung tapi itu yang statik, yang parasut bulat," ujar lulusan SMAN 9 Sendawar di Kutai Barat.
"Sedangkan kalau di KOWAD yang berdinas di Kopasus, kita dikasih pilihan. Kamu mau jadi atlet nembak, atlet panahan, atlet bela diri, atau atlet terjun payung. Saya pilih terjun payung," sambung wanita kelahiran 6 Maret 1992 itu.
Dessy juga berpesan, agar generasi penerus di Kalimantan Timur, tidak malu-malu menjadi tentara. "Generasi sekarang pesan saya, utamanya untuk Kalimantan Timur. Karena dari Kalimantan Timur itu sangat sedikit sekali peminat untuk jadi seorang tentara. Padahal pilihan menjadi tentara itu adalah pilihan yang sangat bagus sekali," ungkap Dessy.
"Saya dulu sama seperti adik-adik yang sekarang di sekolah, di sekolah nakal juga segala macam. Sekarang saya di tentara, saya bisa mengubah diri saya jadi mebih berwibawa, dan lebih tegas," kata Dessy.