18 Orang Berebut Kursi Wakil Bupati Bekasi, Termasuk Adik Neneng Hasanah

Partai Golkar Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menjaring 18 bakal calon untuk ditempatkan sebagai wakil bupati sisa masa jabatan 2017-2022. Hal ini setelah kursi Wabup Bekasi kosong menyusul kasus suap yang menimpa Neneng Hasanah Yasin.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
18 Orang Berebut Kursi Wakil Bupati Bekasi, Termasuk Adik Neneng Hasanah
Ridwan Kamil Lantik Eka Supria Atmaja Jadi Bupati Bekasi. ©2019 Merdeka.com/Aksara Bebey

Partai Golkar Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menjaring 18 bakal calon untuk ditempatkan sebagai wakil bupati sisa masa jabatan 2017-2022. Hal ini setelah kursi Wabup Bekasi kosong menyusul kasus suap yang menimpa Neneng Hasanah Yasin.

Neneng merupakan Bupati Bekasi terpilih pada Pilkada 2017 lalu. Dia ditangkap KPK karena kasus suap perizinan proyek Meikarta, kawasan hunian dan komersil yang dikembangkan grup Lippo. Neneng divonis enam tahun karena terbukti menerima suap belasan miliar rupiah.

Selama kekosongan jabatan, posisi Neneng diisi oleh Eka Supria Atmaja yang merupakan wakilnya. Eka ditunjuk menjadi pelaksana tugas Bupati Bekasi, sampai akhirnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melantiknya menjadi Bupati Bekasi definitif.

Sekretaris Partai Golkar Kabupaten Bekasi Sonaji mengatakan, sebagai partai pengusung dengan jumlah kursi terbanyak di DPRD, maka partainya berhak menentukan pengganti Eka di posisi Wakil Bupati Bekasi.

"Pendaftaran dibuka mulai pertengahan Juni lalu, dan ditutup pada 2 Juli. Ada 19 yang mendaftar, tapi satu orang menyatakan mundur," kata Sonaji di Cikarang, Kamis (4/7).

Menurut dia, 18 bakal calon memiliki latar belakang berbeda. Di antaranya delapan berasal dari kader internal Golkar, dua dari partai koalisi yaitu NasDem dan Hanura, satu dari luar partai koalisi yaitu PPP, dua orang dari ASN, dua orang mantan ASN, dan tiga dari masyarakat umum.

"Nama-nama yang telah mendaftar akan kami kirimkan ke DPP Partai Golkar untuk dilakukan pengujian sampai mengerucut menjadi dua orang," ujar Sonaji.

Dua orang yang mendapatkan rekomendasi dari DPP Partai Golkar, kata dia, akan diserahkan ke Bupati Bekasi. Bupati lalu menyerahkan dua nama ke DPRD untuk dipilih melalui rapat paripurna. Di DPRD nantinya ada panitia pemilih.

"Prosesnya sampai kapan kami belum tahu, yang jelas menunggu sampai keluar rekomendasi dari DPP," kata Sonaji.

Di antara 18 nama tersebut, adik Neneng Hasanah Yasin, Tuti Yasin ikut mendaftarkan diri sebagai calon wakil bupati. "Saya ingin membangun bersama Bang Eka (Bupati) untuk Bekasi lebih baik, lebih maju, seperti semboyan Bekasi Baru Bekasi Bersih," kata Tuti usai mendaftar di Kantor DPD Golkar, Ruko Sentra Niaga Square Blok C8 Nomor 3-5, Desa Simpangan, Cikarang Utara, Senin kemarin.

Rekomendasi