Luhut Disebut Bakal Ditunjuk Jadi Menteri Lagi: Saya Enggak Tahu Apa Yang Terjadi

Joko Widodo dan Maruf Amin telah ditetapkan sebagai pemenang dalam pilpres 2019. Selanjutnya akan dilantik sebagai presiden dan wakil presiden Oktober mendatang. Wacana perombakan kabinet pun mulai diperbincangkan.

Dwi Aditya Putra
Oleh Dwi Aditya Putra - Reporter
Luhut Disebut Bakal Ditunjuk Jadi Menteri Lagi: Saya Enggak Tahu Apa Yang Terjadi
Luhut Binsar Panjaitan. ©2019 Humas Menko Kemaritiman

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengaku pasrah akan keterlibatan dirinya dalam kursi Pemerintahan Joko Widodo pada periode 2019-2024 mendatang. Sebab, keputusan yang berhak ada di tangan Presiden Jokowi.

"(Jadi menko lagi?) Saya enggak tahu apa yang terjadi. Saya belum pernah dikasih tahu dulu kalau jadi menteri. Jadi saya ya udah lah," kata Luhut saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Selasa (2/7).

Menko Luhut juga mengakui sejauh ini tidak pernah ada perbincangan antara dirinya dengan Presiden Jokowi terkait dengan pergantian menteri. Sebab, sepanjang pengalamannya menjabat sebagai menteri, tidak pernah diberitahu sebelumnya.

"Kan tiga kali saya jadi menteri, tidak pernah saya diberi tahu," imbuhnya.

Seperti diketahui, Joko Widodo dan Maruf Amin telah ditetapkan sebagai pemenang dalam pilpres 2019. Selanjutnya akan dilantik sebagai presiden dan wakil presiden Oktober mendatang. Wacana perombakan kabinet pun mulai diperbincangkan.

Nama Luhut Binsar Panjaitan pun disebut-sebut bakal mengisi kembali kursi kementerian koordinator bersama dengan nama-nama lainnya. Pun, sejumlah nama diprediksi juga akan kena reshuffle lantaran tak bekerja maksimal dan tersangkut kasus hukum.

Misalnya Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Nama itu sedang terseret kasus suap jual beli jabatan di Kementerian Agama. Selanjutnya ada nama Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita. Dia terseret kasus suap anggota DPR Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso. Serta Menteri Olahraga Imam Nahrowi yang diduga menerima dana hibah KONI tahun 2018 sebesar Rp1,5 miliar.

Rekomendasi