Dipasangi Banyak Alat Monitor, Risma Diawasi Satu Tim Dokter Spesialis

Mengapa dipasang banyak alat, Pesta menyebut jika pihaknya melihat adanya serangan asma pada pasien. Apalagi, serangan asma tersebut disebutnya mengalami degradasi.

Erwin Yohanes
Oleh Erwin Yohanes - Reporter
Dipasangi Banyak Alat Monitor, Risma Diawasi Satu Tim Dokter Spesialis
Risma beri Instruksi Pekerja Amblesan Jalan Raya Gubeng. ©2018 Merdeka.com/Mochammad Andriansyah

Belasan dokter spesialis Rumah Sakit dr Soetomo bekerja ekstra untuk memulihkan kesehatan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Disebut dalam kondisi perawatan super intensif, dokter pun memasang banyak alat pada tubuh Risma.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Humas RS dr Soetomo dr Pesta Parulian. Ia mengatakan, saat ini Risma ditempatkan di ruang ICU RS dr Soetomo dan dalam pengawasan ketat satu tim dokter spesialis.

"Sudah dibentuk satu tim dokter spesialis yang akan memonitor kesehatan beliau," ungkapnya, Rabu (26/6) di kantor Humas Pemkot Surabaya.

Ia menambahkan, selain diawasi oleh sejumlah dokter spesialis, pihaknya juga telah memasang banyak alat pada tubuh Risma. Pemasangan alat ini disebutnya bagian dari upaya monitoring.

"Ada banyak sekali alat yang kita pasang. Semua alat kita pasang. Jumlahnya banyak banget," tambahnya.

Mengapa dipasang banyak alat, Pesta menyebut jika pihaknya melihat adanya serangan asma pada pasien. Apalagi, serangan asma tersebut disebutnya mengalami degradasi.

"Kita melihat serangan asma itu mengalami degradasi. Namun, perjalanan dari (rumah sakit) Soewandhie sudah lebih stabil. Kita melakukan perawatan super intensif, kita masih mendalami apa yang terjadi pada ibu," katanya.

Untuk sementara ini, pihaknya akan mengistirahatkan Risma dari segala kegiatan, termasuk membatasi besukan dari para pengunjung. "Supaya lebih tenang, kita istirahatkan dulu. Sampai berapa lama, setiap hari kita akan evaluasi," tambahnya.

Sebelumnya, Selasa (25/6) pagi, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dilarikan ke rumah sakit karena kelelahan. Tidak hanya itu, ia juga diketahui menderita maag dan asma. Kondisinya pun sempat dikabarkan membaik. Namun, dengan alasan agar tidak terganggu dan mendapatkan observasi yang mendalam, Risma dirawat di ICU RS Soewandhie.

Kini, ia tengah dirawat di RS dr Soetomo dengan pengawasan ketat sejumlah dokter spesialis. Setidaknya ada satu tim dokter yang terdiri dari 12 hingga 15 orang dokter spesialis yang akan memantau perkembangan kesehatan Risma. Diantaranya ada dokter anastesi, dokter paru-paru, dokter penyakit dalam, dokter microbiologi, dokter jantung, dokter radiologi, dan dokter patologi.

Rekomendasi