Pencapaian pemerintah di masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini dinilai menjadi pijakan bagi Indonesia untuk menuju era kebangkitan. Hal ini diungkapkan Bendahara Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) Omar Aram dalam acara bersama ISNU di Condet, Jakarta Timur baru-baru ini.
"Apa yang sudah dilakukan Bapak Jokowi pada periode pertamanya menjadi pijakan Indonesia menuju era kebangkitan," kata Omar.
Namun lanjutnya, segala upaya yang dilakukan pemerintah tidak akan maksimal jika tidak didukung oleh segenap rakyat Indonesia.
"Proses dan hasil berdemokrasi harus diterima oleh seluruh rakyat Indonesia, yang menang merangkul yang kalah dan yang kalah legowo mendukung Presiden terpilih," ujarnya.
PP ISNU memiliki beberapa program untuk mendukung pemerintah dalam upaya memajukan bangsa, di antaranya pemberdayaan ekonomi kerakyatan berbasis syariah. "Ada juga program untuk kalangan pemuda, santri dan pesantren," tuturnya.
Di kesempatan tersebut, ISNU mendoakan semoga kemenangan Ketua Dewan ISNU, Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019 diberikan kelancaran sampai pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Oktober mendatang.
Ketua Umum PP ISNU Ali Masykur Musa mengatakan, acara seperti ini merupakan rutinitas yang dilakukan pihaknya setiap tahun, namun kali ini sangat spesial.
"Acara buka puasa seperti ini rutin kita lakukan setiap tahun, tapi tahun ini sangat spesial karena Ketua Dewan ISNU terpilih sebagai wakil presiden," tutur Ali Masykur Musa.
Ditegaskannya, Pemilu adalah proses demokrasi untuk memilih pemimpin di Indonesia. Katanya, dalam proses demokrasi tentu terjadi kompetisi yang hasilnya ada pemenang dan yang kalah.
Lanjut Ali Maskur, dalam berdemokrasi yang baik harus ada budaya yang menang merangkul yang kalah dan yang kalah mendukung pemenang.
Sementara itu, Cawapres Ma'ruf Amin berharap setelah hasil suara KPU selesai dan diumumkan pada 22 Mei mendatang, tidak akan ada konflik lagi.
Dia juga berharap, Ramadhan ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk bisa menahan diri untuk melakukan perbuatan yang melanggar, baik ajaran agama, aturan negara dan etika berkebangsaan.
Kata dia, yang harus dikedepankan adalah membangun kesalehan dan memberikan kemanfaatan bagi negara.