Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman tidak terlihat di ruang kerja, Kamis (25/4), usai petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) datang memeriksa dan menyita sejumlah dokumen. Budi tidak terlihat sejak apel pagi. Pantauan merdeka.com, aktivitas di Balai Kota Tasikmalaya berjalan seperti biasa.
"Kegiatan pemerintahan tentu akan tetap berjalan normal meski ruang kerja wali kota diperiksa seharian kemarin," kata Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Ivan Dicksan.
Ivan menyebut, tidak hadirnya Budi ke kantornya karena masih shok terkait masalah pribadi yang tengah dihadapi. Namun meski demikian, ia menyebut bahwa Budi tetap 'ngantor' di rumahnya, Jalan Bojongkaum, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya.
"Wali Kota akan menerima para pegawainya yang datang ke rumahnya berkaitan dengan pekerjaan," ucapnya.
Ia memastikan bawa Budi masih ada di Tasikmalaya. Ivan pun mengaku tidak tahu terkait penetapan tersangka oleh KPK terhadap Budi Budiman.
"Untuk hari ini Pak Budi masih ada di Kota Tasikmalaya dan memilih rumah pribadinya menjadi kantor. Masih ada beberapa surat yang harus ditandatanganinya. Tetapi untuk penetapan tersangka sampai saat belum tahu," ungkapnya.
Ivan juga mengaku bahwa dirinya diatidak mengetahui jelas akan masalah yang dihadapi pimpinannya. Padahal, ia juga diperiksa penyidik KPK pada Rabu (24/4).
Ia juga mengungkapkan bahwa para aparatur sipil negara merasa kaget atas pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas dari KPK.
"Semua pegawai negeri sipil memang kaget, namun meski demikian sekarang pelayanan pemerintahan harus tetap berjalan seperti biasa," katanya.