Pergeseran tanah terus terjadi di Kampung Jampang Cikuning dan Kampung Jampang Neglasari Desa Sudamanik, Kecamatan Cimarga, Lebak, Banten. Rumah yang mengalami kerusakan bertambah menjadi 115 rumah dan 3 mushola akibat bencana tersebut. Sedangkan Rumah ambruk bertambah menjadi 6 rumah.
Diketahui, sebelumnya akibat bencana alam pergeseran tanah tersebut sebanyak 104 rumah mengalami rusak dengan kategori berat dan ringan, empat di antaranya ambruk pada 12 Februari 2019 lalu.
"Iya makin bertambah (rumah rusak) yang kemarin jumlahnya 104, yang ancur nambah 2," kata Ubay (58) RT setempat saat dikonfirmasi, Kamis (4/4).
Ubay mengatakan, semenjak terjadi bencana tersebut belum ada kejelasan dari pemerintah kabupaten Lebak terkait biaya kompensasi kerugian bangunan bagi warga yang rumahnya rusak akibat terdampak bencana alam tersebut.
"Kepengetn warga di relokasi dan juga disediakan tempatnya. Semalam saya musyawarah dengan masyarakat katanya kalau relokasi harus semua berkumpul lagi dua kampung," katanya.
Seluruh warga rela direlokasi dari tanah kelahiran ketimbang tinggal di rumah yang saat ini ditempati dengan rasa takut dan kekhawatiran. Hasil kajian pergeseran tanah pun belum disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak.
"Kalau setiap hujan ngeri, pada takut semua, ada juga yang mendirikan tenda di kampung sebelah yang lebih aman," katanya.