Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengaku tak habis pikir dengan munculnya isu Wakil Bupati Trenggalek, Muhammad Nur Arifin (Ipin) mangkir dari tugasnya karena alasan tekanan politik. Apalagi Ipin belum dilantik menjadi Bupati Trenggalek menggantikan Emil Elestianto Dardak.
"Sopo? Enggak onok. Wong dilantik ae durung kok wabup (Dilantik saja belum kok bahas Wabup)," kata Soekarwo santai kepada wartawan di Surabaya, Rabu (23/1).
Selain itu, menurut Soekarwo, Wabup pengganti posisi Ipin akan menjadi kewenangan partai pengusung. Saat Pilkada Trenggalek 2015 lalu, pasangan Emil-Ipin diusung PDI Perjuangan, Partai Demokrat, Golkar, Gerindra, PAN, PPP dan Hanura.
"Wabup kan sudah diatur, bahwa yang mengusulkan adalah partai pengusung, kan sudah ada aturannya. Belum ada proses ke sana (menunjuk Wabup pengganti)," tegas Soekarwo
Ketua DPD Demokrat Jawa Timur berseloroh ketika mendengar alasan Ipin absen karena tekanan politik. Namun, Soekarwo menegaskan sikap Ipin itu tidak dibenarkan berdasarkan aturan.
"Kalau ada tekanan, berdasarkan undang-undang, dia (Ipin) pergi tanpa izin, ndak ada yang dibolehkan (absen tanpa izin). Jangan jadi excuse (alasan) gitu lho" tandasnya.