Bassist band Seventeen, Muhammad Awal Purbani akrab disapa Bani, menjadi korban tsunami saat tengah manggung di Tanjung Lesung, Sabtu (22/12) malam. Bani meninggalkan seorang istri bernama Cindri Wahyuni yang tengah hamil tiga bulan dan seorang putri berusia tiga tahun.
Cindri menuturkan jika dirinya sempat merasa curiga sebelum mendapatkan kabar tentang Bani. Sebab biasanya Bani selalu mengabari setiap kali rampung manggung.
"Biasanya habis main ngabari kalau sudah selesai. Sekitar jam 24.00 WIB nggak ada kabar, tak WA cuma centang, tak telepon mati HP-nya. Buka IG tak ada update," ujar Cindri di rumah duka, Gamping Tengah, Desa Ambarketawan, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Senin (24/12).
Cindri menuturkan jika pertama kali mendapatkan kabar suaminya meninggal dari informasi di media sosial. Kabar yang pertama diketahui adalah terjadinya musibah tsunami di Banten.
"Terus saya coba hubungi semua kru dan personel lainnya tapi tidak ada yang aktif. Akhirnya telepon yang di Jakarta, istrinya Mas Herman, pas lagi di Kalibata di sana sudah pada ngumpul nunggu berita masih simpang siur juga," urai Cindri.
Cindry menerangkan dirinya sempat melihat foto-foto di twitter. Saat itu ada yang menyebutkan jika ada foto yang mirip Bani di sekitar lokasi kejadian.
"Saya lihat foto-foto di Twitter foto mirip Mas Bani. Saya tanya ini benar nggak, mereka nggak bisa mastiin. Baru bisa dipastiin setelah kru dari Jakarta yang berangkat ke Banten sampai di lokasi," kenang Cindri.
Cindri mendapatkan kepastian jika Bani meninggal usai subuh. Ketika itu dirinya menelpon vokalis Seventeen, Ifan.
"Jadi saya pastiin itu jasad Mas Bani habis Subuh. Saya telepon Mas Ifan langsung yang ngomong, 'saya yang temuin Mas Bani, saya yang mastiin dia sudah nggak ada'," tutup Cindri.