Ketua DPR Soal KBB Papua: Kita Desak PBB Masukkan Mereka Sebagai Organisasi Teroris

Dalam pidatonya, pria yang akrab disapa Bamsoet ini kembali menyampaikan keperihatinannya terhadap tragedi pembunuhan terhadap 20 orang pekerja Istaka Karya, di Kabupaten Nduga, Papua.

Sania Mashabi
Oleh Sania Mashabi - Reporter
Ketua DPR Soal KBB Papua: Kita Desak PBB Masukkan Mereka Sebagai Organisasi Teroris
Bambang Soesatyo. ©2018 Merdeka.com

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo memberikan pidatonya dalam penutupan masa persidang II Tahun 2018-2019 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/12).

Dalam pidatonya, pria yang akrab disapa Bamsoet ini kembali menyampaikan keperihatinannya terhadap tragedi pembunuhan terhadap 20 orang pekerja Istaka Karya, di Kabupaten Nduga, Papua.

"Dewan menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa yang mendalam terhadap para korban beserta keluarga penembakan kelompok kriminal bersenjata yang sudah bertindak di luar batas dan sesungguhnya sudah bisa dikatagorikan sebagai tindakan teroris," kata Bamsoet di dalam rapat paripuna, Kamis (13/12).

Bamsoet menilai kejadian tersebut sebagai suatu tindakan yang keji. Dia juga menduga aksi itu dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM). DPR juga bisa mendesak Peserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk memasukan Organisasi Papua Merdeka sebagai organisasi teroris.

"Kalau kita mau, kita bisa mendesak Perserikatan Bangsa-bangsa untuk memasukan Organisasi Papua Merdeka sebagai organisasi teroris, sebagaimana definisi PBB itu sendiri. Sebab, mereka sudah membunuh secara brutal dan meneror warga sipil tidak berdosa," ungkapnya.

DPR juga berharap pemerintah bisa segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku pembunuhan tersebut. Serta berusaha memulihkan kemanan yang ada di Papua.

"DPR juga berharap pemerintah dapat mengambil tindakan tegas dan keras terhadap pelaku dan memulihkan kondisi keamanan di Papua," ucapnya.

Rekomendasi