Hujan Deras, Sejumlah Wilayah di Jembrana Sempat Terendam Banjir

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Jembrana, Bali menyebabkan sejumlah titik banjir. Ratusan rumah sempat terendam banjir dengan ketinggian antara setengah meter hingga satu meter lebih. Kondisi ini, dikarenakan saluran drainase yang ada tidak bisa menampung volume air hujan.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Hujan Deras, Sejumlah Wilayah di Jembrana Sempat Terendam Banjir
Banjir di Jembrana. ©2018 Merdeka.com

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Jembrana, Bali menyebabkan sejumlah titik banjir. Ratusan rumah sempat terendam banjir dengan ketinggian antara setengah meter hingga satu meter lebih. Kondisi ini, dikarenakan saluran drainase yang ada tidak bisa menampung volume air hujan. Ditambah lagi sampah kiriman yang dibawa banjir.

Banjir terparah terjadi di wilayah Loloan Barat dan Loloan Timur, Negara, Desa Budeng, Jembrana dan sejumlah desa lainnya. Bahkan, jalur nasional Denpasar-Gilimanuk, tepatnya mulai depan lapangan umum Negara hingga depan Kantor Bupati Jembrana tergenang air, dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa.

Kondisi ini mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas dan sejumlah infrastruktur rusak, di antaranya tembok Kantor LPD Budeng sepanjang lebih dari 50 meter pada bagian depan dan timur kantor jebol.

"Air meluap sangat besar itu karena saluran irigasi sempit. Airnya sangat deras setinggi pinggang orang dewasa, hingga tembok penyengker LPD Jebol," ujar Putu Adi, warga Desa Budeng, Rabu (28/11).

Selain itu senderan drainase yang baru selesai dibagun sepanjang kurang lebih 30 meter di sebelah selatan Pasar Jembrana rusak. Bahkan banjir juga menyebabkan tanah longsor di Desa Batu Agung, Jembrana.

Di beberapa desa, hingga tadi pagi masih terendam banjir, namun ketinggian air menurun di banding malam sebelumnya. Seperti yang terlihat di Desa Budeng.

"Di sini (Desa Budeng) merupakan desa langganan banjir tiap tahunnya. Jika sudah hujan deras pasti banjir, dan hampir semua rumah warga terendam banjir," terang warga Budeng lainnya.

Warga berharap pihak pemerintah segera bertindak untuk mengatasi banjir yang terjadi setiap tahun. Sementara itu BPBD Jembrana masih melakukan pengecekan ke lapangan terkait dampak bencana banjir.

Rekomendasi