Suami di Kebumen Bunuh Istri Lantaran Kesal Selalu Ditagih Uang Perawatan Salon

DR sakit hati karena istrinya menuntut biaya-biaya seperti perawatan ke salon yang tak bisa dia sanggupi. Pasalnya, DR sehari-hari hanya seorang petani.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Suami di Kebumen Bunuh Istri Lantaran Kesal Selalu Ditagih Uang Perawatan Salon
Ilustrasi Pembunuhan. ©2015 Merdeka.com

Motif suami di Kebumen bunuh istri akhirnya terungkap. Pelaku, DR (38), menghabisi nyawa istrinya, Eni Hermawati (27), lantaran sakit hati merasa direndahkan.

DR sakit hati karena istrinya menuntut biaya-biaya seperti perawatan ke salon yang tak bisa dia sanggupi. Pasalnya, DR sehari-hari hanya seorang petani.

"Istri kepingin gaul pergi ke salon dan mempunyai barang mewah. Selanjutnya suami merasa sakit hati kepada istrinya yang disimpan lama," kata Kasat Reskrim Polres Kebumen AKP Aji Darmawan, Selasa (27/11).

Korban dianggap pelaku tidak menghargai pekerjaan dan penghasilan sebagai petani. Bahkan saat malam kejadian, Kamis (15/11) keduanya sedang tidak akur. Korban tidur membelakangi suami. Keterangan pelaku, korban beberapa kali meludah ke tembok.

"Korban ditegur oleh tersangka. Namun korban menyindir bahwa rumah belum dicat saja tak boleh diludahi, apalagi kalau sudah dicat sama dikramik. Perkataan korban membuat tersangka merasa terhina, marah dan gelap mata," ujar Aji.

Dibakar kemarahan, tersangka lalu mengambil sabit yang ada di gudang kediamannya. Tersangka lalu menganiaya korban hingga meninggal dunia. Luka cukup serius dialami pada beberapa bagian tubuhnya.

"Tersangka lalu kembali ke dalam gudang dan mencoba bunuh diri dengan meminum obat pembasmi serangga," ujarnya.

Namun upayanya untuk bunuh diri gagal setelah tim dokter dari RSUD Prembun berhasil mengatasi keracunannya tersebut. Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 338 KUHP subs Pasal 44 ayat (3) UU RI No. 23 Th 2004 tentang KDRT ancaman 15 tahun penjara.

Rekomendasi