Penjelasan Sriwijaya Air soal Mobil Antar Jemput yang Ditembaki Dekat Tol Bandara

Pihak maskapai Sriwijaya Air membenarkan adanya aksi koboi jalanan, yang dialami pengemudi mobil jemputan crew pesawat. Atas kejadian tersebut mobil Sriwijaya Air mengalami kerusakan, berupa lubang bekas proyektil peluru yang mengenai kendaraan.

Kirom
Oleh Kirom - Reporter
Penjelasan Sriwijaya Air soal Mobil Antar Jemput yang Ditembaki Dekat Tol Bandara
Ilustrasi Penembakan. ©2015 Merdeka.com

Pihak maskapai Sriwijaya Air membenarkan adanya aksi koboi jalanan, yang dialami pengemudi mobil jemputan crew pesawat. Adi Willi Hanhari Haloho, Head of Corporate Communications Sriwijaya air Group menjelaskan, aksi koboi yang terjadi pada Jumat (16/11/2018) pagi itu, bermula saat Arman, pengemudi mobil antar jemput awak kabin hendak menjemput ke daerah Cibubur.

"Benar telah terjadi penembakan terhadap mobil crew Sriwijaya Air pada Jumat kemarin pukul 06.30 WIB," kata dia, Minggu (18/11).

Mobil dengan plat nomor B 1336 itu, lanjut dia berjalan dari perkantoran Bandara Soekarno-Hatta menuju Cibubur. Namun sebelum memasuki pintu tol Sedyatmo menuju Jakarta, Arman menepikan mobilnya untuk mengambil e toll card yang jatuh di dalam kabin mobil.

"Kejadian terjadi di jalan raya arah gerbang Tol Sedyatmo menuju Jakarta, sebelum memasuki gerbang tol, pengemudi sempat menepikan mobil tersebut untuk mengambil e toll yang terjatuh di dalam mobil. Tak berapa lama ada mobil dengan jenis Mobilio Hitam yang berhenti persis di samping mobil crew sriwijaya air tersebut. Kemudian ada satu orang yang turun dari mobil tersangka dan mendekat ke mobil crew Sriwijaya Air," ucap dia.

Orang tidak dikenal yang turun dari mobilnya itu, kemudian meminta Handphone sang pengemudi mobil Sriwijaya Air. Karena Arman menolak, ada dua orang lainnya yang keluar dari mobil tersebut.

"Melihat itu Pak Arman merasa takut dan langsung tancap gas melarikan diri. Setelah beberapa meter terdengar suara tembakan dari arah belakang. Sempat terjadi pengejaran oleh tersangka dan terjadi penembakan yang kesekian kalinya ke arah mobil crew sriwijaya air," terang Wili.

Kejar-mengejar itu, terhenti saat Arman mengambil jalan keluar arah Kapuk, sedangkan para pelaku atau tersangka mengambil sisi kanan yang mengarah ke arah slipi dan sekitarnya.

"Kejadian ini telah dilaporkan ke Polsek Benda dan hingga saat ini masih menjalani proses pemeriksaan," ucap dia.

Wili menegaskan, atas kejadian tersebut mobil Sriwijaya Air mengalami kerusakan, berupa lubang bekas proyektil peluru yang mengenai kendaraan. "Ditemukan ada 3 lubang bekas tembakan pada mobil crew Sriwijaya Air. Sedangkan Pak Arman selamat tanpa mengalami luka. Untuk motif masih didalami pihak kepolisian Polsek Benda," terang dia.

Halaman
Rekomendasi